<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132</atom:id><lastBuildDate>Mon, 09 Nov 2009 15:48:11 +0000</lastBuildDate><title>Tempat Cangkruk Arek Agribisnis</title><description>Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya
Jalan Veteran Malang 65145
Telepon: 0341 553512 
Fax: 0341 553512</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/</link><managingEditor>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>157</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4569784120711668424</guid><pubDate>Wed, 30 Sep 2009 08:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-30T16:18:38.809+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Serba Serbi Alumni</category><title>Lowongan Kerja CPNS DKP</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Departemen Kelautan dan Perikanan dalam Tahun 2009 berdasarkan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 254 Tahun 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;mendapat Tambahan Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil ( CPNS ) untuk pelamar umum sejumlah 629 orang, yang akan ditempatkan/ditugaskan untuk mengisi kekosongan jabatan pada Kantor Pusat dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Departemen Kelautan dan Perikanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buat temen2 yang kesulitan mendownload lampirannya dapat di download disini&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/136462351/982f833d/Biro_Kepegawaian_Departemen.html"&gt;Halaman Muka&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/136462467/5f2e634e/Pengumuman.html"&gt;Pengumuman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/136462362/2a0b8144/Lampiran_1.html"&gt;Lampiran 1&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/136462370/dd1ed129/Lampiran_2.html"&gt;Lampiran 2&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/136462378/d3c5591b/Lampiran_3.html"&gt;Lampiran 3&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/136462387/c4e25845/Lampiran_4.html"&gt;Lampiran 4&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.4shared.com/file/136462460/c14af6ed/Lampiran_5.html"&gt;Lampiran 5&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Departemen Kelautan dan Perikanan, ada juga Departemen Pertanian yang membuka lowongan. Silahkan Mencoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4569784120711668424?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/09/lowongan-kerja-cpns-dkp.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4438317719550893278</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2009 08:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-17T15:13:29.991+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Teknik Budidaya Ikan</category><title>Teknologi Produksi Benih Kepiting Bakau (Scylla paramamosain)</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_qUqHg0wahtw/SfGLUubNM8I/AAAAAAAAABA/bMCKIrO2kVY/s320/kepiting.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_qUqHg0wahtw/SfGLUubNM8I/AAAAAAAAABA/bMCKIrO2kVY/s320/kepiting.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepiting bakau termasuk satu diantara komoditas perikanan bernilai ekonomis penting di wilayah Indo-Pasifik. Produksi kepiting bakau Indonesia selama ini masih sangat mengandalkan hasil penangkapan di alam dan hanya sebagian kecil dihasilkan dari kegiatan budidaya, seperti yang sudah berkembang di beberapa daerah di antaranya Bone, Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan peluang usaha tersebut mengakibatkan intensitas penangkapan kepiting di alam terus meningkat baik yang beaikuran konsumsi maupun ukuran kecil sebagai benih dalam kegiatan budidaya, sehingga di beberapa daerah dilaporkan telah terjadi tangkap lebih yang bcrdampak merusak populasinya di alam. Untuk mengimbangi laju penangkapan tersebut perlu adanya upaya ke arah pembenihan terkendali.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak beberapa tahun terakhir ini Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut (BBRPBL) Gondol-Bali telah berhasil memproduksi benih kepiting bakau dari spesies Scylla paramamosain. Disamping itu, telah dilakukan kerjasama penelitian dengan Bribie Island Aquaculture Research Center (BIARC) Australia yang dibiayai oleh ACIAR Project No. FIS/1999/076.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepiting bakau dapat digolongkan ke dalam 4 spesies, masing-masing Scylla serrata, S. tranquebarica, S. paramamosain dan S. olivacea yang semuanya dapat ditemukan di perairan Indonesia. Namun di BBRPBL – Gondol induk yang digunakan adalah dari spesies S. paramamosain, sedangkan di Australia adalah spesies S. serrata.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kategori induk yang digunakan dalam pembenihan adalah jenis kepiting betina dewasa debar kerapas &gt; 12 cm), dalam kondisi sehat yang dicirikan dengan warna cerah, anggota tubuh lengkap serta respon yang cepat apabila kaki renangnya ditarik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGELOLAAN INDUK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum transportasi dianjurkan untuk melakukan perendaman kepiting dalam air garam yang bersih (kadar garam 25-34 ppt) selama 3-5 menit untuk menghindari dehidrasi selama transportasi. Pada saat transportasi sebaiknya kepiting disimpan dalam kondisi suhu rendah. Induk yang telah ditransportasi direndam dalam larutan formalin 200 ppm selama 15-20 menit untuk mencegah adanya kontaminasi dari luar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bak pemeliharaan induk dapat berupa bak beton ataupun fiberglass dengan menggunakan substrat pasir putih setebal 5 cm dan sistem air mengalir. Ketinggian air dalam tangki berkisar 40-50 cm. Padat tebar induk dalam bak berkisar 1 ekor per m2. Pemberian pakan berupa daging kerang laut dan ikan rucah dengan perbandingan 1:1 dengan dosis 15% bobot tubuh pada induk dengan tingkat kematangan gonad (TKG) I dan menurun sampai 5% pada TKG IV atau menjelang pemijahan.Pemijahan (inkubasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemijahan induk kepiting bakau biasanya berlangsung 1 – 2 minggu setelah dipelihara dalam bak. Waktu pemijahan selalu berlangsung pada malam hari. Induk yang mengandung telur sebaiknya direndam dalam larutan formalin dosis 50 ppm selama 1 jam untuk menghilangkan parasit dan jamur yang mcnempel pada massa telur. Lama inkubasi antara 8-10 hari pada kondisi suhu 29-30°C. Selama masa inkubasi induk kepiting tidak diberi makan hal ini untuk menjaga kebersihan lingkungan. Waktu penetasan telur selalu berlangsung pada pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan ukuran tangki&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk tangki yang ideal adalah bulat kerucut dengan kemiringan dasar tangki ± 10°. Ukuran yang disarankan dengan volume 1.000-5.000 liter.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMELIHARAAN LARVA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan air laut&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air laut sebelum digunakan terlebih dahulu harus disterilisasi dengan klorin 10 ppm selama 24 jam, selanjutnya ditambahkan Na-thiosulfal dengan dosis 5 ppm unluk menetralkan klorin yang masih tersisa di dalam air laut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Penanganan larva&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum dilakukan penebaran larva, sebaiknya suhu air disesuaikan dengan yang ada pada bak penetasan. Goncangan suhu diusahakan hanya bcrkisar 1 °C. Padat tebar larva berkisar 50-100 ekor/ L. Tingkatan stadia kepiting bakau terdiri dari: zoea-1 sampai dengan zoea-5 : 12-14 hari; megalopa: 7-10 hari dan selanjutnya menjadi krablet (kepiting muda).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan megalopa – krablet&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah mencapai stadia megalopa dilakukan panen dan pemindahan ke dalam bak pendederan. Hal ini untuk mengurangi kanibalisme, karena megalopa sudah dapat berenang cepat dan sudah dilengkapi sepasang capit untuk menangkap mangsanya. Pendederan biasanya berlangsung selama 2 minggu hingga mencapai stadia krablet-2 sampai krablet-4. Pendederan dengan kepadatan 250 -1.000 ekor/rm dan menggunakan shelter berupa karang dan waring, dapat menghasilkan sintasan sebesar 70-80% krablet-2 sampai krablet-4 yang selanjutnya sudah siap ditebar di tambak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;BALAI BESAR RISET PERIKANAN BUDIDAYA LAUT&lt;br /&gt;Dusun Gondol, Desa Penyabangan, Kec. Gerokgak&lt;br /&gt;Kab. Buleleng – Singaraja 81155&lt;br /&gt;PO.Box. 140 Singaraja-81101&lt;br /&gt;Telp.: 0362-92278; Fax.: 0362-92272&lt;br /&gt;E-mail: gondol_dkp@singaraja.wasantara.net. id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4438317719550893278?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/07/teknologi-produksi-benih-kepiting-bakau.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_qUqHg0wahtw/SfGLUubNM8I/AAAAAAAAABA/bMCKIrO2kVY/s72-c/kepiting.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-2493296174516263274</guid><pubDate>Thu, 09 Jul 2009 09:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-09T17:11:11.403+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cangkruk Di Sini</category><title>Om Moderator Jualan Bakso</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SlXAzooEx4I/AAAAAAAAAsY/-pXoGIDsbmo/s1600-h/edit+3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SlXAzooEx4I/AAAAAAAAAsY/-pXoGIDsbmo/s400/edit+3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356399325138438018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Wah sory nich baru bisa nongol lagi, kebetulan memang lagi sibuk banget nyari duit tambahan hehehe,,, dengan susah payah dan tertatih akhirnya kelar juga membuat usaha bakso. Dengan modal pas-pasan dan bonek (bondo nekat) pula,,, pyuhhhh,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SlXAzdG6-7I/AAAAAAAAAsQ/Ve3e0ltp28w/s1600-h/edit+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SlXAzdG6-7I/AAAAAAAAAsQ/Ve3e0ltp28w/s400/edit+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356399322046593970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Buat semua konco cangkruk yang kebetulan mampir atau tinggal di Jakarta, bisa mampir yach,,, pokoe gratis dech,,, tapi semangkok ae yo,,, he he,,&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SlXAk0w6xTI/AAAAAAAAAsI/McAqRyAUc7E/s1600-h/edit+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SlXAk0w6xTI/AAAAAAAAAsI/McAqRyAUc7E/s400/edit+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5356399070698718514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-2493296174516263274?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/07/om-moderator-jualan-bakso.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SlXAzooEx4I/AAAAAAAAAsY/-pXoGIDsbmo/s72-c/edit+3.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4816852368536825129</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2009 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-17T11:39:36.138+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Serba Serbi Alumni</category><title>Kunjungan Om Moderator Ke Batam dan Medan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pas bulan Mei akhir kemaren Om Moderator menyempatkan diri mengunjungi dua daerah yaitu Batam dan Medan. Ada sedikit oleh oleh cerita yang bisa Om kisahkan. Diantaranya Om ga bisa mengunjungi Inul di Batam karna jarak tempat Om menginap agak jauh dan karna mungkin kesibukan Inul yang tidak bisa di tinggalkan. Well, akhirnya Om hanya bisa menikmati keindahan kota Nagoya, sendirian saja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah urusan di Batam selesai, Om menyempatkan diri nyebrang ke negeri tetangga, wowww,,,, jauh banget dengan negeri kita. Tapi Om tetep bangga jadi penduduk Indonesia. Sempet ditahan di kantor imigrasi dengan alasan yang kurang dimengerti. Setelah 1 jam di introgasi petugas imigrasi singapore, akhirnya Om di perbolehkan masuk ke negeri itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tanpa menginap, Om langsung kembali menuju Batam, karna besok paginya menuju Medan. Om Moderator meluangkan waktu untuk singgah ke Universitas Sumatera Utara. Sembari bernolstagia karna pernah menjadi mahasiswa serasa kangen dan pengen kembali ke kampus Brawijaya tercinta. Om keliling dari gedung rektorat sampai dengan perpustakaan dan fakultas pertanian. ini dia foto-fotonya.....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhxZf5243I/AAAAAAAAArw/Wb2oVfHZ8is/s1600-h/IMG00050.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhxZf5243I/AAAAAAAAArw/Wb2oVfHZ8is/s400/IMG00050.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348149240377303922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fakultas Pertanian USU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwSTjUtnI/AAAAAAAAAro/9BvLOFGn28g/s1600-h/IMG00049.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwSTjUtnI/AAAAAAAAAro/9BvLOFGn28g/s400/IMG00049.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348148017290851954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Disamping kampus fakultas pertanian ada kolam teratainya,,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sjhvt1CtuwI/AAAAAAAAAqg/bmgr1ffK6-c/s1600-h/IMG00040.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sjhvt1CtuwI/AAAAAAAAAqg/bmgr1ffK6-c/s400/IMG00040.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348147390625725186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fakultas Kedokteran Gigi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvuJeaS0I/AAAAAAAAAqo/oMSUWcj2G6M/s1600-h/IMG00041.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvuJeaS0I/AAAAAAAAAqo/oMSUWcj2G6M/s400/IMG00041.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348147396110601026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fakultas Teknik Sipil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvuQj7DtI/AAAAAAAAAqw/c6UMojn2xYU/s1600-h/IMG00042.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvuQj7DtI/AAAAAAAAAqw/c6UMojn2xYU/s400/IMG00042.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348147398012767954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fakultas Sastra&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvugjGfJI/AAAAAAAAAq4/Iq6R-yIM3mE/s1600-h/IMG00043.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvugjGfJI/AAAAAAAAAq4/Iq6R-yIM3mE/s400/IMG00043.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348147402304289938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lorong menuju Perpustakaan byar nyaman kalo ke perpus,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvuspvziI/AAAAAAAAArA/3axplRXQZHo/s1600-h/IMG00044.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhvuspvziI/AAAAAAAAArA/3axplRXQZHo/s400/IMG00044.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348147405553389090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ini dia Perpustakaannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwRhSKZCI/AAAAAAAAArI/mLgIeEQUL8M/s1600-h/IMG00045.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwRhSKZCI/AAAAAAAAArI/mLgIeEQUL8M/s400/IMG00045.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348148003797099554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalo yang ini gedung rektoratnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwR1xTSrI/AAAAAAAAArQ/JdGTodjaYqw/s1600-h/IMG00046.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 303px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwR1xTSrI/AAAAAAAAArQ/JdGTodjaYqw/s400/IMG00046.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348148009296415410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwR8HJMuI/AAAAAAAAArY/9KnjMz3C5oo/s1600-h/IMG00047.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwR8HJMuI/AAAAAAAAArY/9KnjMz3C5oo/s400/IMG00047.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348148010998641378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwSGrrc_I/AAAAAAAAArg/be8tf1ETGOE/s1600-h/IMG00048.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 303px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhwSGrrc_I/AAAAAAAAArg/be8tf1ETGOE/s400/IMG00048.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348148013836235762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada mobil patrolinya euy,,,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah laporan kunjungan Om Moderator ke 2 kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4816852368536825129?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/06/kunjungan-om-moderator-ke-batam-dan.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SjhxZf5243I/AAAAAAAAArw/Wb2oVfHZ8is/s72-c/IMG00050.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4264032349371003549</guid><pubDate>Fri, 05 Jun 2009 08:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-05T15:23:32.901+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Serba Serbi Alumni</category><title>Wedding Invitation</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://azansite.files.wordpress.com/2008/11/nikah03.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 195px; height: 195px;" src="http://azansite.files.wordpress.com/2008/11/nikah03.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sobat.... Krn RidhoNYA_lah kami berniat mengikuti Sunnah Rasul dalam membentuk Pribadi yang Sakinah, mawaddah wa Rahmah, dalam balutan resepsi pernikahan yang Insya Allah akan dilaksanakan pada:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Hari/Tanggal : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Sabtu, 13 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Pukul : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;11.00 - 13.00 WIB&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Tempat : &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Gedung Pertemuan PG. T.JOEKIR - Jombang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu kehormatan dan kebahagiaan apabila berkenan hadir untuk memberikan doa serta restu pada kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uzie &amp;amp; Ipung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4264032349371003549?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/06/wedding-invitation.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-8471447528841315385</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 17:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-13T00:26:19.294+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Business Opportunities</category><title>10 Tips Memulai Bisnis yang Sukses</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sgmw9hZKnMI/AAAAAAAAAm8/cK3JHxlVZl0/s1600-h/31319002660948l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sgmw9hZKnMI/AAAAAAAAAm8/cK3JHxlVZl0/s400/31319002660948l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334989804579495106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dam membuatnya sukses.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   1. Kerjakan apa yang Anda sukai. Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja. Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   3. Jangan kerjakan hal tersebut sendirian. Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan. Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   5. Tulis perencanaan bisnis. Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   6. Lakukan riset. Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   7. Dapatkan bantuan profesional. Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan munkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   8. Dapatkan uang. Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   9. Jadi lah profesional semenjak memulai. Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama. Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.wirausaha.com/bisnis/kewirausahaan/10_tips_memulai_bisnis_yang_sukses.html"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-8471447528841315385?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/05/10-tips-memulai-bisnis-yang-sukses.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sgmw9hZKnMI/AAAAAAAAAm8/cK3JHxlVZl0/s72-c/31319002660948l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-3608624106395545803</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 17:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-13T00:16:40.528+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Teknik Budidaya Ikan</category><title>Budidaya Kepiting Bakau</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sgmu72tJ3WI/AAAAAAAAAm0/6p1o3VLAaUA/s1600-h/kepiting_bakau-tile1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 277px; height: 269px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sgmu72tJ3WI/AAAAAAAAAm0/6p1o3VLAaUA/s400/kepiting_bakau-tile1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334987576917482850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan pantai yang mempunyai nilai ekonomis penting. Pada mulanya kepiting bakau hanya dianggap hama oleh Petani tambak, karena sering membuat kebocoran pada pematang tambak. Tetapi setelah mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi, maka keberadaannya banyak diburu dan ditangkap oleh nelayan untuk penghasilan tambahan dan bahkan telah mulai dibudidayakan secara tradisional di tambak. Mengingat permintaan pasar ekspor akan kepiting bakau yang semakin meningkat dari tahun ke tahun maka usaha ekstensifikasi budidaya kepiting bakau mulai dirintis di beberapa daerah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai komoditas ekspor kepiting memiliki harga jual cukup tinggi baik dipasaran dalam maupun luar negeri, namun tergantung pada kualitas kepiting (ukuran tingkat kegemukan). Penggemukan kepiting dapat dilakukan terhadap kepiting bakau jantan dan betina dewasa tetapi dalam keadaan kosong/kurus. Untuk dapat menghasilkan kepiting yang gemuk diperlukan waktu yang cukup pendek yaitu 10 - 20 hari. Harga jual kepiting gemuk menjadi lebih tinggi dengan demikian dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. TEKNIK BUDIDAYA PEMBESARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Faktor teknik yang perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan budidaya pembesaran kepiting, antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;a. Pemilihan Lokasi Budidaya&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilihan lokasi budidaya harus tepat secara teknis operasional dengan mempertimbangkan beberapa aspek sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Mutu air cukup baik&lt;br /&gt;- Salinitas 15 - 30 ppt&lt;br /&gt;- pHair 7 - 8&lt;br /&gt;- Suhu 25 - 30 C&lt;br /&gt;- Kandungan O &gt;3 ppm&lt;br /&gt;2. Mudah diawasi&lt;br /&gt;3. Substrat dasar tambak adalah lumpur berpasir&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Untuk sistem karamba harus terhindar dari pengaruh banjir dan mudah terjangkau oleh pasang surut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;5. Merupakan wilayah penangkapan kepiting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tempat Pemeliharaan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat pemeliharaan kepiting bisa berupa kurungan bambu, waring, maupun bak beton. Untuk tempat pemeliharaan kepiting yang berasal dari kurungan bambu (karamba) disarankan berukuran 1,5x1x1meter atau 2x1x1meter, hal ini bertujuan memperrmudah pengelolaannya terutama pada waktu mengangkat karamba diwaktu panen.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;c. Pemilihan Benih&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesehatan benih merupakan satu diantara faktor yang menunjang keberhasilan dalam usaha penggemukan kepiting. Oleh sebab itu pemilihan dan pengelolaan benih harus benar dan tepat. Kesehatan benih juga bisa dilihat dari kelengkapan kaki-kakinya. Hilangnya capit akan berpengaruh pada kemampuan untuk memegang makanan yang dimakan serta kemampuan sensorisnya. Walaupun pada akhirnya setelah ganti kulit maka kaki yang baru akan tumbuh tetapi hal ini memerlukan waktu, belum lagi adanya sifat kanibalisme kepiting, sehingga kepiting yang tidak bisa jalan karena sedang ganti kulit sering menjadi mangsa kepiting lainnya. Untuk itu maka harus dipilih benih yang mempunyai kaki masih lengkap. Benih kepiting yang kurang sehat warna karapas akan kemerah-merahan dan pudar serta pergerakannya lamban.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;d. Pengangkutan Benih&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Walaupun kepiting bakau merupakan hewan yang tahan terhadap perubahan lingkungan namun cara pengangkutan yang salah bisa menyebabkan kematian dalam jumlah banyak atau mengurangi sintasan. Pengangkutan benih sebaiknya dilakukan sewaktu suhu udara rendah dan kurang sinar matahari. Tereksposenya benih kepiting ke dalam sinar matahari bisa menimbulkan dehidrasi yang pada akhirnya cairan dalam tubuh kepiting akan keluar semuanya sehingga menyebabkan kematian. Tingginya kematian benih setelah sampai tempat tujuan biasanya disebabkan karena benih yang dibeli memang sudah lemah akibat sudah ditampung beberapa hari oleh pedagang pengumpul. Biasanya kematian kepiting terjadi setelah hari ke-4 dalam penampungan tanpa air. Wadah yang dipakai dalam pengangkutan kepiting sebaiknya tidak menyebabkan panas dan letakkan kepiting dalam posisi hidup. Wadah sterofoam dengan panjang 1 m dan lebar 60 cm dapat menyimpan benih sebanyak 100 - 150 ekor untuk benih yang diikat.Lakukan penyiraman sebanyak 2 - 3 kali penyiraman dengan air berkadar garam 10 - 25 ppt, selama pengangkutan 5 - 6 jam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PENEBARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penebaran kepiting dilakukan pada pagi atau sore hari pada karamba. Benih kepiting yang ditebarberukuran berat 200 - 300 gram per ekor. Untuk ukuran karamba 1,5 - 2 x 1 x 1 meter kepadatan tebar nya kurang lebih 15 - 25 kg atau sebanyak 60 - 70 ekor.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PEMELIHARAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penempatan karamba dalam petak tambak disarankan diletakkan di dekat pintu masuk/keluar air. Posisi karamba sebaiknya menggantung berjarak 15 cm dari dasar perairan yang tujuannya agar sisa pakan yang tidak termakan jatuh ke dasar perairan tidak mengendap di dalam karamba. Diusahakan seminggu 2 kali karamba dipindah dari posisi semula hal ini bertujuan agar terjadi sirkulasi / pergantian air. Kegiatan dalam pemeliharaan setelah penebaran dilakukan :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;- Pemberian pakan rucah lebih diutamakan dalam bentuk segar sebanyak 5 -10% dari berat badan dan diberikan 2 kali sehari yaitu pagi dan sore/malam hari.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- Penggantian air dilakukan bila terjadi penurunan kualitas air.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;- Sampling dilakukan setiap 5 hari untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan dan kesehatan kepiting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan pengelolaan pakan yang cermat, cocok dan tepat jumlah maka dalam tempo 10 hari&lt;br /&gt;pertumbuhan kepiting bisa diketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PEMANENAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemeliharaan / penggemukan kepiting di karamba dapat dilakukan selama 15 hari, tergantung pada ukuran benih dan laju pertumbuhan. Laju pertumbuhan oleh jenis pakan yang diberikan dan kualitas air tambak. Untuk memanen kepiting digunakan alat berupa seser baik untuk tujuan pemanenan total maupun selektif. Pelaksanaan panen harus dilakukan oleh tenaga terampil untuk menangkap dan kemudian mengikatnya. Selain itu tempat dan waktu penyimpanan sebelum didistribusikan kepada konsumen menentukan kesegaran dan laju dehidrasi karena kehilangan berat sekitar 3 - 4% dapat menyebabkan kematian.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. ANALISA USAHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa asumsi yang digunakan dalam menghitung biaya dan pendapatan dalam usaha penggemukan kepiting :&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;- Lama pemeliharaan 15 hari.&lt;br /&gt;- Harga jual kepiting jantan Rp. 27.000,- dan kepiting betina Rp. 50.000,-&lt;br /&gt;- Benih yang dibutuhkan 20 kg atau 60 ekor/keramba&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;- SR 75% atau 88 ekor, jantan 44 ekor atau 22 kg dan betina 44 ekor atau 22 kg dengan ukuran 1-2 ekor/kg.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISALABA-RUGI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Biaya Investasi&lt;br /&gt;-Pembuatan Karamba 2bh @ Rp.250.000 : Rp. 550.000&lt;br /&gt;-Pembelian Peralatan : 50.000&lt;br /&gt;Sub total A : Rp. 550.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Biaya Operasional&lt;br /&gt;- Benih 40 kg @ Rp. 19.000 : Rp. 760.000&lt;br /&gt;-Pakan 150 kg @ Rp. 1.000 : Rp. 150.000&lt;br /&gt;-Tenaga Kerja : 150.000&lt;br /&gt;Sub total B : Rp.1.060.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Penyusutan Modal 10% x A : Rp. 55.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Total Biaya (B+C) : Rp.1.115.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. HasilPenerimaan&lt;br /&gt;-Kepiting jantan 44 kg @ Rp. 27.000 : Rp. 594.000&lt;br /&gt;-Kepiting betina44 kg @ Rp. 50.000 : Rp.1.100.000&lt;br /&gt;Sub total E : Rp.1.694.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Laba Operasional (E-D) : Rp. 579.000&lt;br /&gt;G. Laba dalam 1 tahun (Fx12bln) : Rp.6.948.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANALISA BIAYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Cash Flow{G+A} : Rp.7.498.000&lt;br /&gt;2. Rentabilitas {F:(A+B)*100%)} : 46%&lt;br /&gt;3. B/C Rati0 {E :D} : 1,5&lt;br /&gt;4. Pay BackPeriod {(A+B) : (G+A) x 1tahun} : 3 bulan&lt;br /&gt;5. Break EvenPoint {(C:(1 - (B:E)} : Rp. 146.956&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.smallcrab.com/forex/1-makemoney/407-budidaya-kepiting-bakau"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-3608624106395545803?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/05/budidaya-kepiting-bakau.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sgmu72tJ3WI/AAAAAAAAAm0/6p1o3VLAaUA/s72-c/kepiting_bakau-tile1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-1452782991921779785</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 17:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-13T00:11:35.052+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Teknik Budidaya Ikan</category><title>Budidaya Rajungan Belum Populer</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SgmtusCYA2I/AAAAAAAAAms/xwjoI0-tLz0/s1600-h/Crab,+BlueSwimmer_Portunuspelagicus.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 271px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SgmtusCYA2I/AAAAAAAAAms/xwjoI0-tLz0/s400/Crab,+BlueSwimmer_Portunuspelagicus.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334986251203773282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Budi daya rajungan dan kepiting di Indonesia belum populer. Nelayan masih mengandalkan hasil tangkapan kepiting atau rajungan yang berkembang secara alamiah. Di pihak lain masih banyak yang belum percaya bahwa ahli Indonesia mampu menangkar kepiting dan rajungan, mulai dari telur sampai anak-anak kepiting,.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Risert Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Indroyono Soesilo Sudarman mengatakan, meski potensi kepiting dan rajungan yang tumbuh secara alamiah di laut sangat melimpah, untuk memenuhi permintaan konsumen hanya mengandalkan hasil tangkapan. Itu tidak akan dapat memenuhi permintaan pasar, terutama pasar luar negeri yang terus meningkat. Disisi lain penangkapan yang hanya mengandalkan ketersediaan alam dikhawatirkan menyebabkan potensi laut ini akan cepat punah.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara terbaik untuk memenuhi ketersediaan kepiting dan rajungan menurut dia adalah dengan budidaya. Namun, untuk mengembangkan budi daya ini perlu sosialisasi kepada masyarakat, terutama nelayan. Dengan budi daya, ketersediaan (restocking) kepiting dan rajungan dapat dijamin dan berkesinambungan sehingga permintaan luar negeri dapat dijamin.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diungkapkan saat ini permintaan kepiting dan rajungan dari pengusaha restoran sea food luar negeri setiap bulan 450 ton. Permintaan tersebut baru dapat dipenuhi dari hasil tangkapan yang jumlahnya jauh di bawah permintaan pengusaha restoran sea food, terutama dari Amerika Serikat. "Sedang dari hasil budi daya Indonesia baru dapat memberikan kontribusi 1 ton setiap bulan," ungkap Indroyono kepada Kompas di atas Kapal Patroli TNI AL, Rabu (16/10). Dari kapal ini pula ia bersama sejumlah anggota Komisi III DPR menebar 1,8 juta anak kepiting hasil budidaya di perairan dekat Laguna Segara Anakan dan Pulau Nusakambangan, Cilacap.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penebaran anak kepiting sebagai program restocking akan memberi manfaat besar bagi nelayan yang nantinya menangkap kepiting dan rajungan. Keberhasilan program ini dapat dilihat dari tingkat kesejahteraan nelayan setelah kepiting dan rajungan tumbuh menjadi besar di alam. Kalau dari hasil tangkapan tersebut kesejahteraan nelayan meningkat ini berarti program restocking kepiting dan rajungan berhasil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Agar kepiting hasil budidaya dapat memberi manfaat berkesinambungan, penebaran anak kepiting dan rajungan itu harus dilakukan berkesinambungan pula. "Jangan hanya menangkap rajungan dari alam saja," ujar Indroyono.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikatakan, perairan Cilacap dan Laguna Segara Anakan tidak hanya potensial untuk pengembangan budi daya kepiting dan rajungan, akan tetapi juga rumput laut. Saat ini di Laguna itu tengah dikembangkan budidaya rumput laut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Indroyono, terdapat tiga jenis rumput laut yang dapat dikembangkan di perairan Segara Anakan masing-masing jenis Graselaria, yukema dan jenis fargazum. Dalam kontek inilah ia bersama sejumlah anggota Komisi III DPR serta sebuah tim kecil dari Kantor Riset Kelautan dan Perikanan mengunjungi Cilacap yang antara lain untuk menjajaki kemungkinan mendirikan pabrik untuk mengolah rumput laut menjadi agar-agar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0210/17/jateng/budi25.htm"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-1452782991921779785?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/05/budidaya-rajungan-belum-populer.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SgmtusCYA2I/AAAAAAAAAms/xwjoI0-tLz0/s72-c/Crab,+BlueSwimmer_Portunuspelagicus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4643868455210452834</guid><pubDate>Mon, 27 Apr 2009 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-28T17:05:05.737+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cangkruk Di Sini</category><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Aneh Tapi Nyata</category><title>Joke&gt;&gt; Perjalanan Hidup Kustomo, A.Md</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kita patut mengacungkan jempol pada teman kita yang satu ini, salut,,, setelah sekian lama menghilang dan ga tau rimbanya, sekarang dia muncul dengan berbagai sensasi yang menggemparkan. Kustomo di isukan sedang dekat dengan seseorang. Berita itu bukan isapan jempol belaka, karena beberapa wartawan lokal berhasil mengambil gambar seorang wanita cantik yang sedang memamerkan foto Kustomo didepan para wartawan dan menyatakan bahwa  dia sudah bertunangan. Woww.... Mimpi opo koen mot, entuk kodew koyo ngene!!!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXZcQbsBKI/AAAAAAAAAl0/XEiG8pCE13E/s1600-h/PhotoFunia-43675.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 285px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXZcQbsBKI/AAAAAAAAAl0/XEiG8pCE13E/s400/PhotoFunia-43675.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329404813533512866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selidik punya- punya selidik, Kustomo sedang naek daun karirnya. Wajahnya menghiasi media massa dan elektronik. Kita tidak menyangka bahwa karirnya sangat meningkat tajam&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt; setelah dia menghilang dari peredaran. Pantesan, segitu sibuknya dia sampai-sampai ga pernah jenguk blog ini. Terrrrlaluuuuu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXc3BaG16I/AAAAAAAAAmE/Z9iGer0jWLA/s1600-h/PhotoFunia-471ea.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXc3BaG16I/AAAAAAAAAmE/Z9iGer0jWLA/s400/PhotoFunia-471ea.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329408571891701666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXcqCVZMnI/AAAAAAAAAl8/qOHVhGFETdc/s1600-h/PhotoFunia-45fc3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 277px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXcqCVZMnI/AAAAAAAAAl8/qOHVhGFETdc/s400/PhotoFunia-45fc3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329408348802069106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Media mencatat bahwa hubungan cinta antara dua insan ini tidak harmonis. Beberapa sumber menyebutkan ketidakharmonisan itu adalah tidak ada restu dari orang tua si wanita. Kasian yach... padahal si wanita ini telah berusaha mati matian meyakinkan ayahnya tapi tidak ada hasilnya. Coba lihat betapa geram ayahnya melihat foto kustomo di pajang di kamar anak perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXdH0kshZI/AAAAAAAAAmM/Y9wnoVuqJoQ/s1600-h/PhotoFunia-445c5.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 297px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXdH0kshZI/AAAAAAAAAmM/Y9wnoVuqJoQ/s400/PhotoFunia-445c5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329408860504229266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXe1kQJkPI/AAAAAAAAAmc/tZlfBlTO6xA/s1600-h/PhotoFunia-47e99.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 330px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXe1kQJkPI/AAAAAAAAAmc/tZlfBlTO6xA/s400/PhotoFunia-47e99.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329410745908695282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nasib nasib, pengen dapet yang komes tahes malah ujungnya menderita kaya gini.... Para kuli tinta pun masih mendapatkan informasi yang cukup akurat. Setelah lama memendam sakit hati, dia mulai merubah haluan yang awalnya berkecimpung di dunia entertaiment sekarang mulai mengembangkan kemampuan diplomatiknya menjadi calon DPRD kabupaten Tegal di Dapil III. inilah salah satu poster yang masih belum dicopot oleh satpol PP padahal pemilu sudah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXdHyJmx0I/AAAAAAAAAmU/kwhDMydQxPY/s1600-h/PhotoFunia-44c2e.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXdHyJmx0I/AAAAAAAAAmU/kwhDMydQxPY/s400/PhotoFunia-44c2e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329408859853735746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tapi beginilah ending Beliau yang patut kita contoh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXiua_yYBI/AAAAAAAAAmk/vVrrZJdN6Ps/s1600-h/PhotoFunia-5763b.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 359px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXiua_yYBI/AAAAAAAAAmk/vVrrZJdN6Ps/s400/PhotoFunia-5763b.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5329415021211574290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4643868455210452834?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/04/joke-perjalanan-hidup-kustomo-amd.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfXZcQbsBKI/AAAAAAAAAl0/XEiG8pCE13E/s72-c/PhotoFunia-43675.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>5</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-5090220219642561056</guid><pubDate>Sat, 25 Apr 2009 17:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-26T00:20:55.033+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Aneh Tapi Nyata</category><title>24 Tahun Bayi Menjadi Batu di Perut</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNGW3uyuCI/AAAAAAAAAls/E88-0cuWW4U/s1600-h/bayimembatu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 350px; height: 264px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNGW3uyuCI/AAAAAAAAAls/E88-0cuWW4U/s400/bayimembatu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328680142840707106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim dokter dikejutkan dengan ditemukannya bayi yang sudah membatu dalam rongga perut Ny Painah (48) pada saat operasi pengangkatan mioma uteri yang dilakukan tim dokter dipimpin dr H Hafiz Usman SpoG di Rumah Sakit dr Noesmir Baturaja Rabu (22/4).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bayi dengan berat sekitar 300 gram – 400 gram dan panjang 14 cm itu menurut keluarga Painah sudah menghuni perut ibunya selama 24 tahun. Namun setelah acara tujuh bulanan, bayi hilang dan perut ibunya berangsur mengecil seperti orang sudah bersalin.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dokter H Hafiz Usman SpOG mengatakan kasus ini atau dalam istilah medis Lito pedium (lito berarti batu dan pedium artinya anak) baru pertama kali ditemukan di Ogan Komering Utara (OKU). Ibu bayi mengalami kehamilan intraabdominal /ekstra utrin. Bayi meninggal dunia pada kehamilan tujuh bulan dan tidak ada jalan keluar (lahir) karena posisi bayi di dalam rongga perut atau bayi berada di luar rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.kaskus.us/showthread.php?t=1758583"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-5090220219642561056?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/04/24-tahun-bayi-menjadi-batu-di-perut.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNGW3uyuCI/AAAAAAAAAls/E88-0cuWW4U/s72-c/bayimembatu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-6163017338148285710</guid><pubDate>Sat, 25 Apr 2009 17:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-26T00:15:18.262+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dunia Perikanan</category><title>Teknologi Penangkapan Ikan Tuna</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNE7_5zKtI/AAAAAAAAAlk/o8N2juDX09I/s1600-h/hooks-and-lines.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 287px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNE7_5zKtI/AAAAAAAAAlk/o8N2juDX09I/s400/hooks-and-lines.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328678581666261714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknologi yang digunakan dalam pemanfaatan sumber daya tuna disesuaikan dengan sifat dan tingkah laku ikan sasaran. Tuna merupakan ikan perenang cepat yang bergerombol. Oleh karena itu, alat penangkap ikan yang digunakan haruslah yang sesuai dengan perilaku ikan tersebut. Ada lima macam alat penangkap tuna, yaitu rawai tuna, huhate, handline. pukat cincin, dan jaring insang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Rawai tuna (tuna longllne)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rawai tuna atau tuna longline adalah alat penangkap tuna yang paling efektif. Rawai tuna merupakan rangkaian sejumlah pancing yang dioperasikan sekaligus. Satu tuna longliner biasanya mengoperasikan 1.000 - 2.000 mata pancing untuk sekali turun.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rawai tuna umumnya dioperasikan di laut lepas atau mencapai perairan samudera. Alat tangkap ini bersifat pasif, menanti umpan dimakan oleh ikan sasaran. Setelah pancing diturunkan ke perairan, lalu mesin kapal dimatikan. sehingga kapal dan alat tangkap akan hanyut mengikuti arah arus atau sering disebut drifting. Drifting berlangsung selama kurang lebih empat jam. Selanjutnya mata pancing diangkat kembali ke atas kapal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umpan longline harus bersifat atraktif. misalnya sisik ikan mengkilat, tahan di dalam air, dan tulang punggung kuat. Umpan dalam pengoperasian alat tangkap ini berfungsi sebagai alat pemikat ikan. Jenis umpan yang digunakan umumnya ikan pelagis kecil, seperti lemuru (Sardinella sp.), layang (Decopterus sp.), kembung (Rastrelliger sp.), dan bandeng (Chanos chanos).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Huhate (pole and line)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Huhate atau pole and line khusus dipakai untuk menangkap cakalang. Tak heran jika alat ini sering disebut “pancing cakalang”. Huhate dioperasikan sepanjang siang hari pada saat terdapat gerombolan ikan di sekitar kapal. Alat tangkap ini bersifat aktif. Kapal akan mengejar gerombolan ikan. Setelah gerombolan ikan berada di sekitar kapal, lalu diadakan pemancingan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terdapat beberapa keunikan dari alat tangkap huhate. Bentuk mata pancing huhate tidak berkait seperti lazimnya mata pancing. Mata pancing huhate ditutupi bulu-bulu ayam atau potongan rafia yang halus agar tidak tampak oleh ikan. Bagian haluan kapal huhate mempunyai konstruksi khusus, dimodifikasi menjadi lebih panjang, sehingga dapat dijadikan tempat duduk oleh pemancing. Kapal huhate umumnya berukuran kecil. Di dinding bagian lambung kapal, beberapa cm di bawah dek, terdapat sprayer dan di dek terdapat beberapa tempat ikan umpan hidup. Sprayer adalah alat penyemprot air.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemancingan dilakukan serempak oleh seluruh pemancing. Pemancing duduk di sekeliling kapal dengan pembagian kelompok berdasarkan keterampilan memancing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemancing I adalah pemancing paling unggul dengan kecepatan mengangkat mata pancing berikan sebesar 50-60 ekor per menit. Pemaneing I diberi posisi di bagian haluan kapal, dimaksudkan agar lebih banyak ikan tertangkap.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemancing II diberi posisi di bagian lambung kiri dan kanan kapal. Sedangkan pemancing III berposisi di bagian buritan, umumnya adalah orang-orang yang baru belajar memancing dan pemancing berusia tua yang tenaganya sudah mulai berkurang atau sudah lamban. Hal yang perlu diperhatikan adalah pada saat pemancingan dilakukan jangan ada ikan yang lolos atau jatuh kembali ke perairan, karena dapat menyebabkan gerombolan ikan menjauh dari sekitar kapal.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Umpan yang digunakan adalah umpan hidup, dimaksudkan agar setelah ikan umpan dilempar ke perairan akan berusaha kembali naik ke permukaan air. Hal ini akan mengundang cakalang untuk mengikuti naik ke dekat permukaan. Selanjutnya dilakukan penyemprotan air melalui sprayer. Penyemprotan air dimaksudkan untuk mengaburkan pandangan ikan, sehingga tidak dapat membedakan antara ikan umpan sebagai makanan atau mata pancing yang sedang dioperasikan. Umpan hidup yang digunakan biasanya adalah teri (Stolephorus spp.).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pancing ulur (handline)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Handline atau pancing ulur dioperasikan pada siang hari. Konstruksi pancing ulur sangat sederhana. Pada satu tali pancing utama dirangkaikan 2-10 mata pancing secara vertikal. Pengoperasian alat ini dibantu menggunakan rumpon sebagai alat pengumpul ikan. Pada saat pemancingan, satu rumpon dikelilingi oleh lima unit kapal, masing-masing kapal berisi 3-5 orang pemancing. Umpan yang digunakan adalah ikan segar yang dipotong-potong. Hasil tangkapan utama pancing ulur adalah tuna (Thunnus spp.).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pukat cincin (purse seine)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pukat cincin atau purse seine adalah sejenis jaring yang di bagian bawahnya dipasang sejumlah cincin atau gelang besi. Dewasa ini tidak terlalu banyak dilakukan penangkapan tuna menggunakan pukat cincin, kalau pun ada hanya berskala kecil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pukat cincin dioperasikan dengan cara melingkarkan jaring terhadap gerombolan ikan. Pelingkaran dilakukan dengan cepat, kemudian secepatnya menarik purse line di antara cincin-cincin yang ada, sehingga jaring akan membentuk seperti mangkuk. Kecepatan tinggi diperlukan agar ikan tidak dapat meloloskan diri. Setelah ikan berada di dalam mangkuk jaring, lalu dilakukan pengambilan hasil tangkapan menggunakan serok atau penciduk.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pukat cincin dapat dioperasikan siang atau malam hari. Pengoperasian pada siang hari sering menggunakan rumpon atau payaos sebagai alat bantu pengumpul ikan. Sedangkan alat bantu pengumpul yang sering digunakan di malam hari adalah lampu, umumnya menggunakan lampu petromaks.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gafa et al. (1987) mengemukakan bahwa payaos selain berfungsi sebagai alat pengumpul ikan juga berfungsi sebagai penghambat pergerakan atau ruaya ikan, sehingga ikan akan berada lebih lama di sekitar payaos. Uktolseja (1987) menyatakan bahwa payaos dapat menjaga atau membantu cakalang tetap berada d lokasi pemasangannya selama 340 hari.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Jaring insang (gillnet)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jaring insang merupakan jaring berben tuk empat persegi panjang dengan ukuran mata yang sama di sepanjang jaring. Dinamakan jaring insang karena berdasarkar cara tertangkapnya, ikan terjerat di bagian insangnya pada mata jaring. Ukuran ikan yang tertangkap relatif seragam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pengoperasian jaring insang dilakuka secara pasif. Setelah diturunkan ke perairan, kapal dan alat dibiarkan drifting, umumnya berlangsung selama 2-3 jam. Selanjutnya dilakukan pengangkat jaring sambil melepaskan ikan hasil tangkapan ke &lt;a href="http://ikanmania.wordpress.com/2007/12/30/teknologi-penangkapan-ikan-tuna/"&gt;palka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-6163017338148285710?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/04/teknologi-penangkapan-ikan-tuna.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNE7_5zKtI/AAAAAAAAAlk/o8N2juDX09I/s72-c/hooks-and-lines.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-3374105118197764645</guid><pubDate>Sat, 25 Apr 2009 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-26T00:00:44.044+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dunia Perikanan</category><title>Pulihkan Koral dengan Keramik</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNBcZx7e_I/AAAAAAAAAlc/icJ-IFTdTns/s1600-h/coral--koral-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNBcZx7e_I/AAAAAAAAAlc/icJ-IFTdTns/s400/coral--koral-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328674740321876978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para ahli kini menemukan cara baru untuk menyelamatkan sekaligus restorasi populasi terumbu karang atau koral di sejumlah wilayah laut dunia, terutama laut Bunaken dan Manado Tua, yang kini terumbu karangnya banyak mati. Cara itu yakni dengan membuat ecoreef berbentuk jari-jari dari bahan keramik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dr Janny Kussen, ahli terumbu karang dari Universitas Sam Ratulangi di Manado, Sulawesi Utara, Selasa (14/4), mengatakan, uji coba pemulihan terumbu karang dari bahan baku keramik telah dilakukan para ahli dari Jepang di lokasi laut Bunaken dan Manado Tua. Penelitian dan uji coba dilakukan selama dua tahun, yakni 2004 hingga 2006.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal itu dikatakan oleh Dr Mineo Okamoto dan Dr Kakaskasen Adrian Roeroe yang berasal dari Tokyo University Marine Science and Technology. Mereka akan mempresentasikan temuannya pada pelaksanaan Konferensi Kelautan Dunia (WOC) dan Pertemuan Inisiatif Segitiga Terumbu Karang (CTI Summit) di Manado, 11-15 Mei.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Janny, hasil penelitian menunjukkan terumbu karang cepat membesar pada media dari bahan baku keramik. ”Hanya satu tahun terumbu karang langsung membesar pada jari-jari ecoreef. Ini luar biasa. Sebab, pertumbuhan terumbu karang pada media tertentu makan waktu cukup lama, bertahun-tahun,” katanya. Sebelumnya para ahli menggunakan media pelat beton dan stainless steel untuk proses restorasi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikatakan, ecoreef yang ditanam di dasar laut Bunaken dan Manado Tua sebanyak 138 modul mampu menghasilkan 5.626 karang baru yang 76 persen menempel di bagian cabang serta 24 persen di bagian tengah. Dari kehidupan terumbu karang di ecoreef juga menyerap 127 jenis ikan karang yang hidup berdekatan dengan ecoreef itu. Sebagian terumbu karang di laut Bunaken dan Manado Tua telah mati ketika suhu air laut meningkat pada tahun 1998 hingga 2000. Terumbu karang di kawasan itu mengalami pemutihan dan mati karena tidak tahan akibat naiknya suhu air laut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Janny, di Indonesia kematian terumbu karang cukup tinggi akibat kegiatan manusia yang mengebom ikan. Laporan yang diterima menyebutkan, kerusakan dan matinya terumbu karang tersebut mencapai 40-45 persen dari luas areal terumbu karang seluas 1,5 juta hektar. Dengan cara baru pemulihan terumbu karang ini, kata Janny, masalah terumbu karang dapat teratasi meski memakan waktu dan materi untuk menyelamatkan. Terumbu karang di masa depan menjadi sumber pangan dan dapat mencegah laju pemanasan global dunia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dkp.go.id/index.php/ind/news/1215/pulihkan-koral-dengan-keramik"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-3374105118197764645?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/04/pulihkan-koral-dengan-keramik.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SfNBcZx7e_I/AAAAAAAAAlc/icJ-IFTdTns/s72-c/coral--koral-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-2119500244549058675</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 18:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-12T01:54:41.097+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Teknik Budidaya Ikan</category><title>Budidaya Ikan Mas</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SeDfLB07_pI/AAAAAAAAAlU/xBEde2EAeKU/s1600-h/Ikan+Mas.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 225px; height: 155px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SeDfLB07_pI/AAAAAAAAAlU/xBEde2EAeKU/s400/Ikan+Mas.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323500140113952402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikan mas merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara sejak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai saat ini sudah terdapat 10 ikan mas yang dapat diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologisnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SENTRA PERIKANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Budidaya ikan mas telah berkembang pesat di kolam biasa, di sawah, waduk, sungai air deras, bahkan ada yang dipelihara dalam keramba di perairan umum. Adapun sentra produksi ikan mas adalah: Ciamis, Sukabumi, Tasikmalaya, Bogor, Garut, Bandung, Cianjur, Purwakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;JENIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam ilmu taksonomi hewan, klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kelas : Osteichthyes&lt;br /&gt;Anak kelas : Actinopterygii&lt;br /&gt;Bangsa : Cypriniformes&lt;br /&gt;Suku : Cyprinidae&lt;br /&gt;Marga : Cyprinus&lt;br /&gt;Jenis : Cyprinus carpio L.&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Saat ini ikan mas mempunyai banyak ras atau stain. Perbedaan sifat dan ciri dari ras disebabkan oleh adanya interaksi antara genotipe dan lingkungan kolam, musim dan cara pemeliharaan yang terlihat dari penampilan bentuk fisik, bentuk tubuh dan warnanya. Adapun ciri-ciri dari beberapa strain ikan mas adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; Ikan mas punten: sisik berwarna hijau gelap; potongan badan paling pendek;bagian punggung tinggi melebar; mata agak menonjol; gerakannya gesit; perbandingan antara panjang badan dan tinggi badan antara 2,3:1.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;kan mas majalaya: sisik berwarna hijau keabu-abuan dengan tepi sisik lebih gelap; punggung tinggi; badannya relatif pendek; gerakannya lamban, bila diberi makanan suka berenang di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,2:1.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ikan mas si nyonya: sisik berwarna kuning muda; badan relatif panjang; mata pada ikan muda tidak menonjol, sedangkan ikan dewasa bermata sipit; gerakannya lamban, lebih suka berada di permukaan air; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,6:1.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ikan mas taiwan: sisik berwarna hijau kekuning-kuningan; badan relatif panjang; penampang punggung membulat; mata agak menonjol; gerakan lebih gesit dan aktif; perbandingan panjang badan dengan tinggi badan antara 3,5:1.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Ikan mas koi: bentuk badan bulat panjang dan bersisisk penuh; warna sisik bermacam-macam seperti putih, kuning, merah menyala, atau kombinasi dari warna-warna tersebut. Beberapa ras koi adalah long tail Indonesian carp, long tail platinm nishikigoi, platinum nishikigoi, long tail shusui nishikigoi, shusi nishikigoi, kohaku hishikigoi, lonh tail hishikigoi, taishusanshoku nshikigoi dan long tail taishusanshoku nishikigoi. Dari sekian banyak strain ikan mas, di Jawa Barat ikan mas punten kurang berkembang karena diduga orang Jawa Barat lebih menyukai ikan mas yang berbadan relatif panjang. Ikan mas majalaya termasuk jenis unggul yang banyak dibudidayakan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MANFAAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Sebagai sumber penyediaan protein hewani.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sebagai ikan hias.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m dpl.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kualitas air untuk pemeliharaan ikan mas harus bersih, tidak terlalu keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikan mas dapat berkembang pesat di kolam, sawah, kakaban, dan sungai air deras. Kolam dengan sistem pengairannya yang mengalir sangat baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik ikan mas. Debit air untuk kolam air tenang 8-15 liter/detik/ha, sedangkan untuk pembesaran di kolam air deras debitnya 100 liter/menit/m³.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keasaman air (pH) yang baik adalah antara 7-8.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Suhu air yang baik berkisar antara 20-25°C.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kolam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kolam pemeliharaan induk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kolam pemijahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m² dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kolam pendederan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Peralatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Alat-alat yang biasa digunakan dalam usaha pembenihan ikan mas diantaranya adalah: jala, waring (anco), hapa (kotak dari jaring/kelambu untuk menampung sementara induk maupun benih), seser, emberember, baskom berbagai ukuran, timbangan skala kecil (gram) dan besar (kg), cangkul, arit, pisau serta piring secchi (secchi disc) untuk mengukur kadar kekeruhan. Sedangkan peralatan lain yang digunakan untuk memanen/menangkap ikan mas antara lain adalah warring / scoopnet yang halus, ayakan panglembangan diameter 100 cm, ayakan penandean diameter 5 cm, tempat menyimpan ikan, keramba kemplung, keramba kupyak, fish bus (untuk mengangkut ikan jarak dekat), kekaban (untuk tempat penempelan telur yang bersifat melekat), hapa dari kain tricote (untuk penetasan telur secara terkontrol) atau kadang-kadang untuk penangkapan benih, ayakan penyabetan dari alumunium/bambu, oblok/delok (untuk pengangkut benih), sirib (untuk menangkap benih ukuran 10 cm keatas), anco/hanco (untuk menangkap ikan), lambit dari jaring nilon (untuk menangkap ikan konsumsi), scoopnet (untuk menangkap benih ikan yang berumur satu minggu keatas), seser (gunanya= scoopnet, tetapi ukurannya lebih besar), jaring berbentuk segiempat (untuk menangkap induk ikan atau ikan konsumsi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Persiapan Media&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang dimaksud dengan persiapan adalah melakukan penyiapan media untuk pemeliharaan ikan, terutama mengenai pengeringan, pemupukan dlsb. Dalam menyiapkan media pemeliharaan ini, yang perlu dilakukan adalah pengeringan kolam selama beberapa hari, lalu dilakukan pengapuran untuk memberantas hama dan ikan-ikan liar sebanyak 25-200 gram/meter persegi, diberi pemupukan berupa pupuk buatan, yaitu urea dan TSP masing-masing dengan dosis 50-700 gram/meter persegi, bisa juga ditambahkan pupuk buatan yang berupa urea dan TSP masing masing dengan dosis 15 gram dan 10 gram/meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemilihan Bibit dan Induk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Usaha pembenihan ikan mas dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu secara tradisional, semi intensif dan secara intensif. Dengan semakin meningkatnya teknologi budidaya ikan, khususnya teknologi pembenihan maka telah dilaksanakan penggunaan induk-induk yang berkualitas baik. Keberhasilan usaha pembenihan tidak lagi banyak bergantung pada kondisi alam namun manusia telah banyak menemukan kemajuan diantaranya pemijahan dengan hipofisisasi, peningkatan derajat pembuahan telur dengan teknik pembunuhan buatan, penetasan telur secara terkontrol, pengendalian kuantitas dan kualitas air, teknik kultur makanan alami dan pemurnian kualitas induk ikan. Untuk peningkatan produksi benih perlu dilakukan penyeleksian terhadap induk ikan mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun ciri-ciri induk jantan dan induk betina unggul yang sudah matang untuk dipijah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Betina: umur antara 1,5-2 tahun dengan berat berkisar 2 kg/ekor; Jantan: umur minimum 8 bulan dengan berat berkisar 0,5 kg/ekor. Bentuk tubuh secar akeseluruhan mulai dari mulut sampai ujung sirip ekor mulus, sehat, sirip tidak cacat. Tutup insan normal tidak tebal dan bila dibuka tidak terdapat bercak putih; panjang kepala minimal 1/3 dari panjang badan; lensa mata tampak jernih. Sisik tersusun rapih, cerah tidak kusam. Pangkal ekor kuat dan normal dengan panjang panmgkal ekor harus lebih panjang dibandingkan lebar/tebal ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Betina&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Badan bagian perut besar, buncit dan lembek. Gerakan lambat, pada malam hari biasanya loncat loncat. Jika perut distriping mengeluarkan cairan berwarna kuning.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Jantan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Badan tampak langsing. Gerakan lincah dan gesit. Jika perut distriping mengeluarkan cairan sperma berwarna putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0); font-style: italic;"&gt;Sistim Pembenihan/Pemijahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saat ini dikenal dua macam sistim pemijahan pada budidaya ikan mas, yaitu Sistim pemijahan tradisional Dikenal beberapa cara melakukan pemijahan secara tradisional,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara sunda:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. disediakan injuk untuk menepelkan telur;&lt;br /&gt;3. setelah proses pemijahan selesai, ijuk dipindah ke kolam penetasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara cimindi:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;penetasan;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk dijepit bambu dan diletakkan dipojok kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain; 3. tujuh hari setelah pemijahan ijuk ini dibuka kemudian sekitar 2-3 minggu setelah itu dapat dipanen benih-benih ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Cara rancapaku:&lt;br /&gt;luas kolam pemijahan 25-30 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam&lt;br /&gt;penetasan, batas pematang antara terbuat dari batu;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. disediakan rumput kering untuk menepelkan telur, rumput disebar merata di seluruh permukaan air kolam dan dibatasi pematang antara dari tanah;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. setelah proses pemijahan selesai induk tetap di kolam pemijahan.;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. setelah benih ikan kuat maka akan berpindah tempat melalui sela bebatuan, setelah 3 minggu&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;maka benih dapat dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara sumatera:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;luas kolam pemijahan 5 meter persegi, dasar kolam sedikit berlumpur, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. disediakan injuk untuk menepelkan telur, ijuk ditebar di permukaan air;&lt;br /&gt;2. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;&lt;br /&gt;3. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara dubish:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;luas kolam pemijahan 25-50 meter persegi, dibuat parit keliling dengan lebar 60 cm dalam 35 cm, kolam dikeringkan lalu diisi air pada pagi hari, induk dimasukan pada sore hari; kolam pemijahan merupakan kolam penetasan;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. sebagai media penempel telur digunakan tanaman hidup seperti Cynodon dactylon setinggi 40 cm;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. setelah proses pemijahan selesai induk dipindahkan ke kolam lain;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;3. setelah benih berumur 5 hari lalu pindahkan ke kolam pendederan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara hofer:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sama seperti cara dubish hanya tidak ada parit dan tanaman Cynodon dactylon dipasang di depan pintu pemasukan air.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Sistim kawin suntik&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada sisitim ini induk baik jantan maupun betina yang matang bertelur dirangsang untuk memijah setelah penyuntikan ekstrak kelenjar hyphofise ke dalam tubuh ikan. Kelenjar hyphofise diperoleh dari kepala ikan donor (berada dilekukan tulang tengkorak di bawah otak besar). Setelah suntikan dilakukan dua kali, dalam tempo 6 jam induk akan terangsang melakukan pemijahan. Sistim ini memerlukan biaya yang tinggi, sarana yang lengkap dan perawatan yang intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pembenihan/Pemijahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pemijahan ikan mas:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar kolam tidak berlumpur, tidak bercadas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Air tidak terlalu keruh; kadar oksigen dalam air cukup; debit air cukup; dan suhu berkisar 25 derajat C.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Diperlukan bahan penempel telur seperti ijuk atau tanaman air.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Jumlah induk yang disebar tergantung dari luas kolam, sebagai patokan seekor induk berat 1 kg memerlukan kolam seluas 5 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Pemberian makanan dengan kandungan protein 25%. Untuk pellet diberikan secara teratur 2 kali sehari (pagi dan sore hari)dengan takaran 2-4% dari jumlah berat induk ikan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;4. Pemeliharaan Bibit/Pendederan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendederan atau pemeliharaan anak ikan mas dilakukan setelah telur telur hasil pemijahan menetas. Kegiatan ini dilakukan pada kolam pendederan (luas 200-500 meter persegi) yang sudah siap menerima anak ikan dimana kolam tersebut dikeringkan terlebih dahulu serta dibersihkan dari ikan-ikan liar. Kolam diberi kapur dan dipupuk sesuai ketentuan. Begitu pula dengan pemberian pakan untuk bibit diseuaikan dengan ketentuan. Pendederan ikan mas dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap I: umur benih yang disebar sekitar 5-7 hari(ukuran1-1,5 cm); jumlah benih yang disebar=100-200 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 2-3 cm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap II: umur benih setelah tahap I selesai; jumlah benih yang disebar=50-75 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 3-5 cm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap III: umur benih setelah tahap II selesai; jumlah benih yang disebar=25-50 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 5-8 cm; perlu penambahan makanan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tahap IV: umur benih setelah tahap III selesai; jumlah benih yang disebar=3-5 ekor/meter persegi; lama pemeliharaan 1 bulan; ukuran benih menjadi 8-12 cm; perlu penambahan makanan berupa dedak halus 3-5% dari jumlah bobot benih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Perlakuan dan Perawatan Bibit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila benih belum mencapai ukuran 100 gram, maka benih diberi pakan pelet 2 mm sebanyak 3 kali bobot total benih yang diberikan 4 kali sehari selama 3 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Pemeliharaan Pembesaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemeliharaan pembesaran dapat dilakukan secara polikultur maupun monokultur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Polikultur&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;ikan mas 50%, ikan tawes 20%, dan mujair 30%, atau 1. ikan mas 50%, ikan gurame 20% dan ikan mujair 30%.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Monokultur&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemeliharaan sistem ini merupakan pemeliharaan terbaik dibandingkan dengan polikultur dan pada sistem ini dilakukan pemisahan antara induk jantan dan betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemupukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemupukan dengan kotoran kandang (ayam) sebanyak 250-500 gram/m 2 , TSP 10 gram/m 2 , Urea 10 gram/m 2 , kapur 25-100 gram/m 2 . Setelah itu kolam diisi air 39\0-40 cm. Biarkan 5-7 hari. Dua hari setelah pengisian air, kolam disemprot dengan insektisida organophosphat seperti Sumithion 60 EC, Basudin 60 EC dengan dosis 2-4 ppm. Tujuannya untuk memberantas serangga dan udang-udangan yang memangsa rotifera. Setelah 7 hari kemudian, air ditinggikan sekitar 60 cm. Padat penebaran ikan tergantung pemeliharaannya. Jika hanya mengandalkan pakan alami dan dedak, maka padat penebaran adalah 100-200 ekor/m 2 , sedangkan bila diberi pakan pellet, maka penebaran adalah 300-400 ekor/m 2 (benih lepas hapa). Penebaran dilakukan pada pagi/sore hari saat suhu rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pembenihan secara intensif biasanya diutamakan pemberian pakan buatan. Pakan yang berkualitas baik mengandung zat-zat makanan yang cukup, yaitu protein yang mengandung asam amino esensial, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Perawatan larva dalam hapa sekitar 4-5 hari. Setelah larva tidak menempel pada kakaban (3-4 hari kemudian) kakaban diangkat dan dibersihkan. Pemberian pakan untuk larva, 1 butir kuning telur rebus untuk 100.000 ekor/hari. Caranya kuning telur dibuat suspensi (1/4 liter air untuk 1 butir), kuning telur diremas dalam kain kemudian diberikan pada benih, perawatan 5-7 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeliharaan Kolam/Tambak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam hal pemeliharaan ikan mas yang tidak boleh terabaikan adalah menjaga kondisi perairan agar kualitas air cukup stabil dan bersih serta tidak tercemari/teracuni oleh zat beracun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bebeasan (Notonecta)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbahaya bagi benih karena sengatannya. Pengendalian: menuangkan minyak tanah ke permukaan air 500 cc/100 meter persegi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Ucrit (Larva cybister)&lt;br /&gt;Menjepit badan ikan dengan taringnya hingga robek. Pengendalian: sulit diberantas; hindari bahan organik menumpuk di sekitar kolam.&lt;br /&gt;3. Kodok&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makan telur telur ikan. Pengendalian: sering membuang telur yang mengapung; menagkap dan membuang hidup-hidup.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;4. Ular&lt;br /&gt;Menyerang benih dan ikan kecil. Pengendalian: lakukan penangkapan; pemagaran kolam.&lt;br /&gt;5. Lingsang&lt;br /&gt;Memakan ikan pada malam hari. Pengendalian:pasang jebakan berumpun.&lt;br /&gt;6. Burung&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Memakan benih yang berwarna menyala seperti merah, kuning. Pengendalian: diberi penghalang bambu agar supaya sulit menerkam; diberi rumbai-rumbai atau tali penghalang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;7. Ikan gabus&lt;br /&gt;Memangsa ikan kecil. Pengendalian:pintu masukan air diberi saringan atau dibuat bak filter.&lt;br /&gt;8. Belut dan kepiting&lt;br /&gt;Pengendalian: lakukan penangkapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Bintik merah (White spot)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala: pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih, menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada disekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air. Pengendalian: direndam dalam larutan Methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air) larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan Direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit, dosis 1-3&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;gram/100 cc air.&lt;br /&gt;2. Bengkak insang dan badan ( Myxosporesis)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala: tutup insang selalu terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pengendalian; pengeringan kolam secara total, ditabur kapur tohon 200 gram/m 2 , biarkan selama 1-2 minggu.&lt;br /&gt;3. Cacing insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala: ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras disekitarnya, terjadi pendarahan dan menebal pada insang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pengendalian:&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. direndan dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. hindari penebaran ikan yang berlebihan.&lt;br /&gt;4. Kutu ikan (argulosis)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala: benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemorrtage).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Pengendalian:&lt;br /&gt;1. ikan yang terinfeksi direndan dalam garam dapur 20 gram/liter air&lt;br /&gt;selama 15 menit dan direndam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit;&lt;br /&gt;2. dengan pengeringan kolam hingga retak-retak.&lt;br /&gt;5. Jamur (Saprolegniasis)&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyerang bagian kepala, tutup insang, sirip dan bagian yang lainnya. Gejala: tubuh yang diserang tampak seperti kapas. Telur yang terserang jamur, terlihat benang halus seperti kapas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengendalian: direndam dalam larutan Malactile green oxalat (MGO) dosis 3 gram/m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dengan MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;6. Gatal (Trichodiniasis)&lt;br /&gt;Menyerang benih ikan.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala: gerakan lamban; suka menggosok-gosokan badan pada sisi kolam/aquarium. Pengendalian: rendam selam 15 menit dalam larutan formalin 150-200 ppm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;7. Bakteri psedomonas flurescens&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit yang sangat ganas. Gejala: pendarahan dan bobok pada kulit; sirip ekor terkikis. Pengendalian: pemberian pakan yang dicampur oxytetracycline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200mg/kg ikan selama 7 hari berturutturut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;8. Bakteri aeromonas punctata&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyakit yang sangat ganas. Gejala: warna badan suram, tidak cerah; kulit kesat dan melepuh; cara bernafas mengap-mengap; kantong empedu gembung; pendarahan dalam organ hati dan ginjal. Pengendalian: penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan; pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum hal-hal yang dilakukan untuk dapat mencegah timbulnya penyakit dan  hama pada budidaya ikan mas:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Pengeringan dasar kolam secara teratur setiap selesai panen.&lt;br /&gt;2. Pemeliharaan ikan yang benar-benar bebas penyakit.&lt;br /&gt;3. Hindari penebaran ikan secara berlebihan melebihi kapasitas.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Sistem pemasukan air yang ideal adalah paralel, tiap kolam diberi satu pintu pemasukan air.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;5. Pemberian pakan cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Penanganan saat panen atau pemindahan benih hendaknya dilakukan secara hati-hati dan benar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Binatang seperti burung, siput, ikan seribu (lebistus reticulatus peters) sebagai pembawa penyakit jangan dibiarkan masuk ke areal perkolaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PANEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pemanenan Benih&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum dilakukan pemanenan benih ikan, terlebih dahulu dipersiapkan alat-alat tangkap dan sarana perlengkapannya. Beberapa alat tangkap dan sarana yang disiapkan diantaranya keramba, ember biasa, ember lebar, seser halus sebagai alat tangkap benih, jaring atau hapa sebagai penyimpanan benih sementara, saringan yang digunakan untuk mengeluarkan air dari kolam agar benih ikan tidak terbawa arus, dan bak-bak penampungan yang berisi air bersih untuk penyimpanan benih hasil panen. Panen benih ikan dimulai pagi-pagi, yaitu antara jam 04.00–05.00 pagi dan sebaiknya berakhir tidak lebih dari jam 09.00 pagi. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari terik matahari yang dapat mengganggu benih ikan kesehatan tersebut. Pemanenan dilakukan mula-mula dengan menyurutkan air kolam pendederan sekitar pkul 04.00 atau 05.00 pagi secara perlahan-lahan agar ikan tidak stres akibat tekanan air yang berubah secara mendadak. Setelah air surut benih mulai ditangkap dengan seser halus atau jaring dan ditampung dalam ember atau keramba. Benih dapat dipanen setelah dipelihara selama 21 hari. Panenan yang dapat diperoleh dapat mencapai 70-80% dengan ukuran benih antara 8-12 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;2. Cara Perhitungan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Benih Untuk mengetahui benih ikan hasil panenan yang disimpan dalam bak penyimpanan maka sebelum dijual, terlebih dahulu dihitung jumlahnya. Cara menghitung benih umumnya dengan memakai takaran, yaitu dengan menggunakan sendok untuk larva dan kebul, cawan untuk menghitung putihan, dan dihitung per ekor untuk benih ukuran glondongan. Penghitungan benih&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;biasanya dengan cara:&lt;br /&gt;1. Penghitungan dengan sendok.&lt;br /&gt;2. Penghitungan dengan mangkok.&lt;br /&gt;3. Pembersihan&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada umumnya, dasar kolam pendederan sudah dirancang miring dan ada saluran di tengah kolam, selain itu pada dasar kolam tersebut ada bagian yang lebih dalam dengan ukuran 1-2 meter persegi sehingga ketika air menyurut, maka benih ikan akan mengumpul di bagian kolam yang dalam tersebut. Benih ikan lalu ditangkap sampai habis dan tidak ada yang ketinggalan dalam kolam. Benih ikan tersebut semuanya disimpan dalam bak-bak penampungan yang telah disiapkan. 4. Pemanenan Hasil Pembesaran Untuk menangkap/memanen ikan hasil pembesaran umumnya dilakukan panen total. Umur ikan mas yang dipanen berkisar antara 3-4 bulan dengan berat berkisar antara 400-600 gram/ekor. Panen total dilakukan dengan cara mengeringkan kolam, hingga ketinggian air tinggal 10-20 cm. Petak pemanenan / petak penangkapan dibuat seluas 2 meter persegi di depan pintu pengeluaran (monnik), sehingga memudahkan dalam penangkapan ikan. Pemanenan dilakukan pagi hari saat keadaan tidak panas dengan menggunakan waring atau scoopnet yang halus. Lakukan pemanenan secepatnya dan hati-hati untuk menghindari lukanya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PASCAPANEN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penanganan pascapanen ikan mas dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Penanganan ikan hidup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.&lt;br /&gt;2. Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.&lt;br /&gt;3. Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Penanganan ikan segar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.&lt;br /&gt;2. Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan erbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sedangkan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hal-hal yang perlu diperhatikan&lt;/span&gt; dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;4. Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi  menjadi dua bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem terbuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sistem tertutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.H2O sebanyak 9 gram. Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;1. masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;&lt;br /&gt;2. hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:2);&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;4. kantong plastik lalu diikat.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;3. Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1- 2 menit.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;5. Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-2119500244549058675?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/04/budidaya-ikan-mas.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SeDfLB07_pI/AAAAAAAAAlU/xBEde2EAeKU/s72-c/Ikan+Mas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4073930611349052375</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 18:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-12T01:13:19.102+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Penyakit Ikan</category><title>INFEKSI PARASIT HIRUDINEA PADA INDUK IKAN KERAPU LUMPUR, Epinephelus bleekeri DAN KERAPU BATIK, Epinephelus polyphekadion SERTA UPAYA PENANGGULANGANNY</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SeDdXXl_ldI/AAAAAAAAAlM/slV5rpHGZP8/s1600-h/Kerapu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 192px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SeDdXXl_ldI/AAAAAAAAAlM/slV5rpHGZP8/s400/Kerapu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5323498153092027858" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam pemeliharaan induk ikan kerapu lumpur, Epinephelus bleekeri dan induk ikan kerapu batik, Epinephelus polyphekadion di hatchery sekitar Balai Besar Riset Perikanan Budidaya Laut Gondol, Bali antara bulan Mei dan Juni 2006 terjadi serangan infeksi parasit dan diidentifikasi sebagai parasit Hirudinea. Hirudinea adalah suatu parasit sejenis lintah pada ikan laut yang bersirip dengan patogenitas rendah, namun infeksi berat dapat memicu infeksi sekunder bakteri &lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;sehingga menimbulkan kematian. Ikan yang terinfeksi parasit ini memperlihatkan gejala klinis dengan gerakan berenang lamban di permukaan air, ratusan parasit terlihat menempel pada tubuh, sirip, tutup insang dan rongga mulut, luka mekanik dari parasit ini dapat menimbulkan hemoragis. Upaya penanggulangan serangan infeksi parasit ini dapat dilakukan dengan perendaman ikan sakit dalam larutan 0,8-1,6 ppm Trichlorfon 97% atau 200-250 ppm formalin selama 1 jam dengan kombinasi antibiotik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4073930611349052375?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/04/infeksi-parasit-hirudinea-pada-induk.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SeDdXXl_ldI/AAAAAAAAAlM/slV5rpHGZP8/s72-c/Kerapu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-7797999225418871654</guid><pubDate>Tue, 24 Mar 2009 14:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-24T21:46:33.172+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Aneh Tapi Nyata</category><title>Hari Selasa Yang Apes</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apes banget nasib ku hari ini, pagi-pagi dah kena semprot ma bos gede gara-garanya mang seh salah aku sendiri yang belum booking tempat buat rapat hari Jumat. Padahal kan juga masih ada tempat laen yang bisa digunain rapat. Tapi apalah daya, namanya juga anak buah, nurut aja dech asal prinsipku dia marahinnya ga ampe keterlaluan aja. Aku masang muka berlipet2 ruwet kayak triplek yang mo diangkut ke bak sampah, pokoe ga enak dech dilihat. Biar Bos tau kalo masalah kecil kaya gitu ga usah diperbesar.. lagi2 karna dia berkuasa....&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siangnya ada traktiran makan, kebetulan Direkturku mo nraktir semua karyawannya. Akupun langsung daftar ke mas giyarno si tukang ngitung karyawan buat di jatah satu satu Nasi Goreng GM. Kebetulan banget dompet sudah meronta ronta pengen diisi, maklum tanggal dah terlalu tua dan sekarang ada traktiran lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Nasi Goreng GM sudah dateng, maka bergerombollah karyawan buat ngedapetin jatahnya masing masing. Ternyata apes lagi gue... mas giyarno si juru hitung salah perkiraan. ada 3 orang yang ga dapet jatah... Apes..apess.. mana perut juga dah laper lagi...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-7797999225418871654?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/03/hari-selasa-yang-apes.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-5431262982356705992</guid><pubDate>Mon, 16 Mar 2009 12:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-16T21:39:10.751+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Teknik Budidaya Ikan</category><title>Budidaya Lobster Air Tawar</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sb5kdxcOr7I/AAAAAAAAAks/NVjXuaN1Pcg/s1600-h/Lobster.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 172px; height: 230px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sb5kdxcOr7I/AAAAAAAAAks/NVjXuaN1Pcg/s400/Lobster.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313795072994488242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. PENGANTAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Permintaan pasar lobster air tawar di dalam negeri bisa dikatakan cukup tinggi. Hal ini disebabkan belum banyak yang mengetahui keberadaan lobster air tawar. Kebanyakan orang hanya mengetahui lobster air laut yang ditangkap oleh nelayan. Produksi domestik lobster air tawar belum dapat memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini disebabkan belum banyak petani yang menggeluti budidaya lobster air tawar. Lobster air tawar tidak membutuhkan perawatan secara intensif. Pembudidayaannya juga relatif mudah jika dibandingkan dengan sesama jenis udang lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. FAKTOR TEKNIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Faktor teknis yang perlu diperhatikan budidaya lobster air tawar,antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber air&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Air yang bisa digunakan adalah air sumur, air PAM. Jika menggunakan air PAM sebaiknya air kolam tersebut diaerasi kuat selama 1 hari penuh untuk menghilangkan kadar clorin atau kaporit. Jika masih berbau kaporit atau klorin, masukkan. Natrium tio sulfat (Na S O ) dengan dosis 1 kristal untuk 30 liter air.Adapun kualitas air yang dibutuhkan adalah pH 7-8, suhu 20 30 C, tingkat kandungan O terlarut minimal 3,5 ppm dan CO maksimal 10 ppm&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bak Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan tempat pemeliharaan untuk pembesaran. Luas kolam disesuaikan dengan lahan yang tersedia, bahkan kolam yang terlalu luas akan sulit untuk mengontrolnya terutama jika ada lobster yang molting.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pipa Paralon atau Roster&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan tempat persembunyian lobster air tawar dan berlindung dari sinar cahaya yang berlebihan. Jumlah pipa paralon yang dibutuhkan minimal sama dengan jumlah lobster yang akan ditebar&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Aerator&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aerator berfungsi untuk menambah jumlah O terlarut dalam air, sehingga lobster akan tetap sehat dan tidak mudah stres.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelindung (Atap) dari Plastik atau Terpal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berfungsi untuk menjaga kondisi air tetap jernih. Jika air kolam terkena sinar matahari akan menyebabkan lumut pada kolam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. PENEBARAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lobster air tawar dibesarkan dalam kolam mulai ukuran 1,5 2 inch (4 -5 cm) dengan padat tebar sekitar 50 60 ekor/m serta ketinggian air 25 cm. Lobster yang akan ditebar diaklimatisasi terlebih dahulu dengan cara meletakkan lobster beserta tempatnya (kantong plastik) sampai kantong tersebut mengembun. Kantong dibuka dan biarkan lobster keluar perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. PEMBERIAN PAKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemberian pakan pada benih lobster berupa pellet serta diberi tambahan pakan alami seperti ketela, kecambah, keong mas, kentang, bekicot, kubis, wortel, cacing sutera atau cacing merah. Pakan diberikan tiga kali sehari, pagi jam 06.00, siang jam 14.00 dan sore hari jam 18.00, jumlah pakan yang diberikan disesuaikan dengan jumlah benih yang ada serta kemampuan benih dalam mengkonsumsi pakan yang diberikan, sebagai gambaran lobster dewasa, membutuhkan pakan sekitar 1,5% dari berat tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. PENGURASAN DAN PENGGANTIAN AIR BAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengurasan dan penggantian air sangat penting karena sisa pakan dan kotoran benih mengandung kadar amoniak yang tinggi sehingga bila tidak dibuang dapat mengakibatkan lobster stress dan nafsu makan berkurang akhirnya lobster akan mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 6. PENCEGAHAN HAMA DAN PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang belum ditemukan satu pun jenis penyakit yang menyerang lobster, namun demikan pembudidaya harus tetap waspada karena penyakit muncul karena jarang sekali pergantian air sehingga akan muncul penyakit baru. Hewan yang harus diwaspadai adalah tikus, ular dan kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;7. PEMANENAN LOBSTER&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemanenan lobster dari bak pembesaran dibedakan menjadi dua, yaitu pemanenan lobster untuk konsumsi dan pemanenan lobster untuk calon induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemanenan Lobster Untuk Konsumsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lobster mulai bisa dipanen pada umur 6 7 bulan atau mencapai ukuran 90 100 gram/ekor atau size 10 12 ekor/kg. Sedangkan untuk pasar ekspor, ukuran yang diminta adalah 150 200 gram/ekor atau 5 7 ekor/kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemanenan Lobster Untuk Induk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya pemanenan ini dilakukan lebih cepat bila dibandingkan dengan pemanenan lobster untuk konsumsi. Pemanenan dilakukan mulai umur 3 4 bulan, dengan cara memperhatikan satu per satu anakan lobster yang pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan lainnya, yang kemudian dipindah di akuarium calon indukan, dengan batasan 5 10 % yang boleh dipanen untuk calon induk dari jumlah keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;8. ANALISA USAHA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa asumsi yang digunakan dalam menghitung biaya dan pendapatan dalam usaha pembesaran lobster air tawar :&lt;br /&gt;Lama budidaya sekitar satu tahun dengan panen 2 kali&lt;br /&gt;Harga beli benih lobster Rp. 2.500,-&lt;br /&gt;Tingkat kematian 20% (SR = 80%)&lt;br /&gt;Harga jual lobster konsumsi Rp. 100.000,- /kg&lt;br /&gt;Biaya investasi dengan bunga20% per tahun&lt;br /&gt;Ukuran kolam dari terpal 3 x 3 x 0,5msebanyak 6bh&lt;br /&gt;Benih yang dibutuhkan 300 ekor/kolam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Investasi&lt;br /&gt;Bak kolam 6bh x @Rp.500.000,- =Rp. 2.500.000,-&lt;br /&gt;Pompa 2 bh x @Rp. 300.000,- =Rp. 600.000,-&lt;br /&gt;Paralon 30 btg x @Rp. 10.000,- =Rp. 3.000.000,-&lt;br /&gt;Peralatan lainnya =Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;Jumlah =Rp. 6.400.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya Operasional&lt;br /&gt;Benih 300 ekor, 6 bak 2 kali budidaya 300 x 6 x 2 x Rp. 2.500,- =Rp. 9.000.000,-&lt;br /&gt;Pakan 1 thn 400kg x @Rp.10.000,- =Rp. 4.000.000,-&lt;br /&gt;Listrik =Rp. 600.000,-&lt;br /&gt;Perawatan alat =Rp. 300.000,-&lt;br /&gt;Bunga Bank 20% =Rp. 1.280.000,-&lt;br /&gt;Lain - lain =Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;Jumlah =Rp. 15.680.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan&lt;br /&gt;Total lobster yang akan dipanen 80% x 3600 benih 2880 ekor dengan asumsi 1kg isi 10 ekor 288kg x Rp.100.000,- x 2panen =Rp. 57.600.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapatan&lt;br /&gt;Penerimaan -Total biaya operasional = Rp. 41.920.000,-&lt;br /&gt;Pendapatan Perbulan = Rp. 3.490.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Return Cash Ratio (R/C)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RC=(total penerimaan)/(total biaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RC=(Rp.41.920.000,-)/(Rp.15.680.000,-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;= 2,67&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-5431262982356705992?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/03/budidaya-lobster-air-tawar.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sb5kdxcOr7I/AAAAAAAAAks/NVjXuaN1Pcg/s72-c/Lobster.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-3177195312709057813</guid><pubDate>Wed, 11 Mar 2009 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-11T12:22:35.174+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ekspor Perikanan</category><title>Pasar UE Tolak Ikan Hasil IUU</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terhitung 1 Januari 2010 UE tolak produk perikanan hasil praktek-praktek Illegal Fishing melalui aturan Catch Certification.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perang terhadap IUU (Illegal, Unreported, Unregulated) Fishing tidak hanya diteriakkan oleh negara-negara yang menjadi ‘korban’ dari praktek penangkapan ilegal, tetapi juga diserukan oleh komisi Uni Eropa (UE). Terhitung mulai 1 Januari 2010, komisi UE akan memberlakukan sebuah peraturan baru, akan menolak semua produk perikanan yang ditangkap melalui praktek-praktek Illegal Fishing. Dengan kata lain, hanya produk perikanan yang ditangkap dengan cara-cara yang legal yang akan diperbolehkan masuk ke salah satu pasar produk perikanan terbesar di dunia ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Peraturan tersebut berlaku bagi semua negara yang mengekspor produk perikanannya ke pasar UE. Dan mereka juga sudah mensosialisasikan peraturan tersebut kepada kita (Indonesia – red),” ujar Aji Sularso, Dirjen Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurutnya, peraturan baru yang dikeluarkan oleh komisi UE ini merupakan bentuk implementasi dari diberlakukannya traceability (sistem ketelusuran) bagi produk pangan, terutama untuk produk-produk perikanan yang dihasilkan melalui proses penangkapan. “Traceability tersebut diimplementasikan dalam sebuah peraturan yang disebut catch certification (sertifikasi hasil tangkapan). Sertifikat itulah yang akan digunakan sebagai jaminan bahwa ikan-ikan hasil tangkapan tersebut tidak diperoleh dengan cara-cara yang ilegal,” jelas Aji.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap ikan hasil tangkapan yang akan diekspor ke UE, harus tercatat secara rinci mulai dari lokasi penangkapannya sampai pada proses pengolahannya. “Teknisnya nanti akan ada beberapa formulir yang harus diisi dan dilengkapi oleh petugas pencatatan di kapal.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Syarat lainnya, Aji menambahkan, setiap kapal penangkap yang akan mengekspor produknya ke pasar UE harus memiliki izin resmi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwewenang. “Jadi untuk kapal-kapal ikan yang tidak berizin tidak akan diperbolehkan untuk mengekspor produknya ke UE,” tegasnya. Hasil tangkapan yang tidak dilaporkan juga tidak akan diperbolehkan memasuki pasar UE.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain untuk menjamin traceability dari dari produk hasil tangkapan, diterbitkannya aturan tersebut juga bertujuan untuk menjaga kelestarian sumberdaya perikanan yang ada di lautan. Aturan itu sendiri akan resmi diberlakukan mulai 1 Januari 2010. “Selama tahun 2009, Indonesia diberi kesempatan oleh pihak UE untuk mensosialisasikan peraturan ini kepada seluruh stakeholders,” sebut Aji.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menguntungkan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terbitnya aturan komisi UE yang menyatakan ‘perang’ terhadap produk-produk perikanan yang dihasilkan melalui praktek penangkapan ilegal, dinilai positif oleh Aji. Terlebih dengan status Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi “korban” dari praktek-praktek Illegal Fishing. “Ini akan sangat menguntungkan bagi kita. Paling tidak peraturan tersebut bisa membantu kita dalam memberantas praktek-praktek Illegal Fishing di tanah air,” ujar Aji. Pendapat senada diungkapkan oleh Arief Satria, Direktur Riset dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurutnya, gerakan anti IUU Fishing yang dilakukan oleh UE akan membawa berkah tersendiri bagi bangsa Indonesia. “Berkahnya adalah, karena wilayah laut Indonesia masih menjadi objek pencurian ikan,” demikian ditulis Arif Satria dalam sebuah artikel yang dimuat pada sebuah media massa. Aturan tersebut tentu akan berkorelasi positif terhadap upaya pemerintah Indonesia dalam memberantas praktek Illegal Fishing. Dia juga mengakui, saat ini komisi UE memang yang paling gencar menyuarakan perang terhadap Illegal Fishing, karena 9% produk perikanan yang masuk ke wilayahnya berasal dari praktek-praktek IUU Fishing.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tak hanya berkorelasi positif terhadap upaya pemerintah dalam memberantas praktek Illegal Fishing, Aji menambahkan, peraturan yang dikeluarkan oleh UE ini juga akan memberikan keuntungan bagi industri penangkapan dan pengolahan ikan di tanah air. Pasalnya, aturan tersebut akan menghambat pemasaran bagi negara-negara produsen “ikan kaleng” yang menjadi pesaing Indonesia di pasar UE, seperti Thailand dan Filiphina.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Thailand dan Filiphina merupakan produsen ikan kaleng dan pengolah tuna terbesar. Mereka mengakui jika 70% dari bahan baku tersebut ditangkap dari perairan Indonesia. Baik secara legal maupun ilegal. Perusahaan pengolah yang menggunakan bahan baku ikan ilegal ini tak bakal bisa berkelit dari embargo UE. Dan ini merupakan peluang bagi industri pengolahan ikan Indonesia untuk mengisi kuota yang kosong tersebut,” jelas Aji.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peluang ini juga diakui oleh Eddy Yuwono, ketua Asosiasi Tuna Indonesia (ASTUIN) untuk wilayah Jakarta, “Dengan adanya aturan tersebut indusri penangkapan Indonesia memang diuntungkan, terutama bagi perusahaan yang menangkap dan menjual ikan cakalang ke pasar UE.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya baca di Majalah Trobos edisi Februari 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dkp.go.id/index.php/ind/newsmenus/335/di-pasar-ue-yang-ilegal-bakal-mental"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-3177195312709057813?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/03/pasar-ue-tolak-ikan-hasil-iuu.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-271449937136531741</guid><pubDate>Sun, 15 Feb 2009 09:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-17T10:49:56.247+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Serba Serbi Alumni</category><title>Alamat Email Cangkrukers</title><description>Berikut adalah daftar email arek arek agribisnis;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aminbasuki@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;ahdanhunaifi@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;alie@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;agusirawan@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;bambang@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;candrahermawan@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;ewank@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;didik@agribisnis.or.id&lt;div class="fullpost"&gt;metta@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;kartikachandra@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;ima@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;inul@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;puguh@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;nurilla@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;mugiyanto@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;wawanhadi@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;kustomo@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;yoyokmaryono@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;dwimugi@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;dwiaprilia@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;kanti@agribisnis.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara hanya ini yang terdaftar, jika ada arek arek yang mau daftar silahkan menghubungi Om Moderator. oh ya lupa, kalau gambar email disamping diklik maka akan muncul gambar seperti dibawah ini,, masukkan email account dan password. Password akan dikirimkan melalui sms.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sg0-Pv3I59I/AAAAAAAAAoE/oebc_E56Qg8/s1600-h/contoh+email.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sg0-Pv3I59I/AAAAAAAAAoE/oebc_E56Qg8/s400/contoh+email.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335989573770602450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-271449937136531741?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/05/alamat-email-cangkrukers.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/Sg0-Pv3I59I/AAAAAAAAAoE/oebc_E56Qg8/s72-c/contoh+email.jpg' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-100617669202932468</guid><pubDate>Fri, 13 Feb 2009 02:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-13T10:00:02.619+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dunia Perikanan</category><title>Perubahan Iklim Global Ancam Perikanan Kita</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhir-akhir ini hampir semua media massa di negeri ini memberitakan kondisi iklim yang tidak menentu. Tiap hari hujan lebat melanda Pulau Jawa dan pulau-pulau lainnya. Gelombang laut yang tingginya berkisar 3-5 meter dan badai terjadi di Laut Jawa, Laut Cina Selatan, Banda, Flores dan perairan lainnya di Indonesia. Akibatnya, mengganggu arus pelayaran antar pulau di Indonesia dan nelayan takut melaut. Kapal dan perahu pun diparkir di tepi pantai. Berbagai ahli klimatologi mensinyalir kondisi alam ini akibat perubahan iklim global.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ancaman iklim global sudah menjadi kepedulian komunitas internasional. Berbagai kalangan sudah menggelar pelbagai pertemuan multilateral maupun regional untuk menghadapi ancaman itu. Terakhir, pertemuan Konferensi Perubahan Iklim Desember 2007 di Bali. Pertemuan World Ocean Conference (WOC) yang akan berlangsung 11-15 Mei 2009 di Manado juga mengagendakannya. Hal ini penting karena perubahan iklim global berdampak serius terhadap kehidupan nelayan tradisional di negeri ini. Setidaknya ada dua fenomena ekstrem terhadap lautan akibat perubahan iklim global yakni kenaikan suhu air laut dan permukaan laut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kenaikan suhu air laut, pertama, memengaruhi ekosistem terumbu karang yang menjadi fishing ground dan nursery ground ikan yang hidup di wilayah itu. Ikan-ikan yang hidup di daerah karang akan mengalami penurunan populasi. Hasil penelitian Ove Hoegh-Guldberg yang dipublikasikan di jurnal Science edisi Desember 2007 meramalkan bahwa akibat pemanasan global pada tahun 2050 akan mendegradasi 98 persen terumbu karang dan 50 persen biota laut. Bahkan, memprediksikan apabila suhu air laut naik 1,5 0C setiap tahunnya sampai 2050 akan memusnakan 98 persen terumbu karang di Great Barrier Reef, Australia. Barangkali nantinya di Indonesia kita tak akan lagi menikmati lobster, cumi-cumi dan rajungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pulau-pulau Tenggelam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kedua, terputusnya rantai makanan. Gretchen Hofmann (2008), Profesor Biologi dari University of California, Santa Barbara menjustifikasi bahwa pemanasan global (peningkatan suhu dan keasaman) akan berdampak pada hilangnya rantai makanan yang berperan sebagai katastropik yakni organisme pteropoda. Dampak selanjutnya memengaruhi populasi ikan salmon, mackerel, herring, dan cod, karena organisme itu sebagai sumber makanannya. Sementara itu, kenaikan permukaan air laut berdampak luas terhadap aktivitas nelayan budi daya di wilayah pesisir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Naiknya permukaan laut akan menggenangi wilayah pesisir sehingga akan menghancurkan tambak-tambak ikan dan udang di Jawa, Aceh, Kalimantan dan Sulawesi (UNDP, 2007). Akibatnya, nelayan pembudi daya akan mengalami kerugian yang tak sedikit dan kehilangan sumber kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gejala ini sebetulnya sudah terjadi di kawasan Delta Mahakam Kalimantan Timur, walaupun perlu riset mendalam. Menurunnya produktivitas udang secara drastis di kawasan itu disinyalir salah satu penyebabnya adalah perubahan iklim global. Tak hanya itu, naiknya permukaan laut akan menghancurkan kawasan permukiman nelayan yang berlokasi di desa-desa pesisir. Terjadinya fenomena rob yang menggenangi pesisir Teluk Jakarta beberapa waktu lalu adalah fakta empiris. Dampak lanjutannya adalah mewabahnya penyakit menular jenis disentri atau tipes.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketiga, perubahan iklim global juga menyebabkan cuaca yang tidak menentu dan gelombang laut yang tinggi disertai badai/angin topan. Di Maluku, misalnya, nelayan amat sulit memperkirakan waktu dan lokasi yang sesuai untuk menangkap ikan karena pola iklim yang berubah. Tak hanya itu, infrastruktur pedesaan pesisir akan mengalami kehancuran akibat hantaman gelombang maupun badai topan. Para ahli meramalkan pulau-pulau kecil di Pasifik maupun Karibia akan tenggelam akibat kenaikan permukaan laut yang terus meningkat dalam kurun waktu lama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini tak hanya menimbulkan problem demografi akibat kehilangan permukiman, melainkan juga akan memusnahkan spesies endemin di perairan sekitar pulau maupun yang hidup dalam pulau itu. Bahkan, infrastruktur ekonomi maupun sosial yang mendukung kehidupan nelayan akan mengalami hal yang sama (IPCC, 2007). Umpamanya, pelabuhan perikanan, cold strorage, dan kapal ikan. Akibatnya, nelayan penangkap maupun pembudi daya ikan di wilayah pesisir akan miskin selamanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Diplomasi Iklim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penyumbang terbesar dari perubahan iklim global yakni meningkatnya kadar karbon dioksida yang diproduksi oleh industri berbahan bakar fosil (migas dan batu bara), dan kendaraan bermotor. Industrialisasi berbahan bakar ini terutama terjadi di negara-negara maju yang memproduksi barang-barang konsumsi elektronik, dan makanan kaleng, senjata, industri berat dan kendaraan bermotor seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, China dan India. Mereka enggan menandatangani emisi penurunan karbon, sehingga membebankannya pada negara berkembang yang secara ekonomi morat-marit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Negara berkembang umumnya memiliki sumber daya alam hutan dan lautan yang mampu memproduksi oksigen (udara bersih) dari proses fotosintesis. Hutan dan lautan yang memiliki terumbu karang mengikat karbon dalam proses serupa. Asumsinya, karbon dioksida yang dihasilkan negara maju akan berkurang. Padahal, siapa yang menjamin hal itu. Dalam konteks ini, negara maju mempraktikkan politik ”Bad Samaritan” atas sumber daya alam negara berkembang, meminjam istilah Ha-Joon Chang (2007).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bad Samaritan adalah negara maju mendapatkan keuntungan dari penderitaan negara berkembang yang ditekan untuk tak memanfaatkan sumber daya alamnya dengan dalih demi keberlanjutan ekologis maupun umat manusia. Padahal, negara maju sudah menjerat leher negara berkembang dengan utang maupun politik perdagangan bebas yang tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Makanya, negara berkembang semacam Indonesia yang memiliki nelayan sekitar 11 juta jiwa perlu melakukan ”politik diplomasi iklim” untuk menyelamatkan mereka dari tekanan negara maju yang menindas. Politik diplomasi itu adalah meminta negara maju agar menandatangani penurunan emisi gas rumah kaca dan mengurangi aktivitas industrialisasinya jika mau menyelamatkan bumi dan umat manusia. Jika tidak, negara-negara berkembang berhak menolak produk-produk negara maju yang diproduksi dari pabrik berbahan bakar fosil. Selain itu, tak perlu tunduk pada hegemoni negara maju untuk memanfaatkan dan mengelola sumber daya alam (misalnya hutan, laut dan perikanan) karena mengandung unsur ketidakadilan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Momentum WOC, hemat saya merupakan ajang bagi Indonesia untuk melakukan ”politik diplomasi iklim” dengan negara maju agar 11 juta nelayan yang menangkap ikan di laut seluas 5,8 juta km persegi serta membudidayakan ikan dan udang dalam rentang garis pantai 81.000 km selamat. Jika tidak, Indonesia akan mengalami penjajahan ekologis (eco-colonialism) secara tragis. Sumber daya alamnya mengalami degradasi serius dibarengi kemiskinan nelayan akibat perubahan iklim yang bersumber dari ulah negara maju.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dkp.go.id/index.php/ind/news/989/perubahan-iklim-global-ancam-perikanan-kita"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-100617669202932468?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/01/perubahan-iklim-global-ancam-perikanan.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-440883800560674586</guid><pubDate>Tue, 10 Feb 2009 04:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-13T10:15:18.905+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cangkruk Di Sini</category><title>Kunjungan Om Moderator Ke Trenggalek dan Malang</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya setelah hampir 3 tahun meninggalkan Malang, kesampean juga nyambangi temen-temen di Malang. Wah, suasana di tempatnya Bos Absen juga meriah. Banyak perubahan di masing-masing individu, ewank semakin subur dengan perutnya, bambank semakin cool dengan masih kental logat lomboknya, Ahdan juga semakin subur dengan pipi tembemnya.  Pokoknya banyak dari temen-temen sudah maju, maksudnya dah maju perutnya he..he.. yang tidak ketara perubahan fisiknya yo black, pancet ae...kuruuuuuusss seperti tak terurus...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEU75ILJkI/AAAAAAAAAjs/qy2XdiDGq2U/s1600-h/malang+33.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEU75ILJkI/AAAAAAAAAjs/qy2XdiDGq2U/s400/malang+33.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301041255571727938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Inilah salah satu kekonyolan arek-arek, di Mall cuma numpang buang hajat trus kabuurrrrr, rame n seru dech pokoe, itu belom semuanya bisa ngumpul... apa lagi kalo bisa ngumpul semua n siratu gosip bisa dateng, wahhhhh... ga bisa terbayangkan serunya. Foto-fotonya kebanyakan foto yang di Malang, soale pas di Trenggalek fotonya banyak yang blur alias burem2, jadi ga bagus kalo di pajang. dan juga karna sang penganten juga sibuk ngurusi tamu dan kita ke asikan ngobrol jadi lali foto-fotonya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEU7zAPb4I/AAAAAAAAAjk/FNk1_T5wZYA/s1600-h/malang+32.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEU7zAPb4I/AAAAAAAAAjk/FNk1_T5wZYA/s400/malang+32.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301041253927841666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang di Malang ada tempat belanja baru, namanya Mall Olympic Garden atau yang lebih sering di sebut MOG. Lumayan lah untuk konkow di sana, tapi memang masih sedikit tempat buat cangkrukan n sekedar ngopi. Nah Gambar di bawah ini ga asing lagi toh, karna sebelum lulus juga bangunan ni dah hampir jadi. Inilah MATOS "Malang Town Square", karna tempatnya berdekatan dengan kampus, so pasti rame banget mahasiswa yang sekedar mejeng atau keluyuran cari gebetan disini. Om Moderator juga sempet masuk cangkruk n ngopi disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEU7_TH2YI/AAAAAAAAAjc/oUPQ4f8euBc/s1600-h/malang+31.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEU7_TH2YI/AAAAAAAAAjc/oUPQ4f8euBc/s400/malang+31.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301041257228261762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDbRGheI/AAAAAAAAAjU/XYhACSX6pxE/s1600-h/malang+30.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDbRGheI/AAAAAAAAAjU/XYhACSX6pxE/s400/malang+30.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301035887436924386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gerbang jalan menuju Gedung Serba Guna Samanta Krida, sekarang ada gapuranya ker,,, kereennnn&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDNxJi8I/AAAAAAAAAjM/SNLYzRSMXds/s1600-h/malang+29.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDNxJi8I/AAAAAAAAAjM/SNLYzRSMXds/s400/malang+29.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301035883813243842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDO5JWAI/AAAAAAAAAjE/_-f_sYriNg0/s1600-h/malang+28.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDO5JWAI/AAAAAAAAAjE/_-f_sYriNg0/s400/malang+28.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301035884115220482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ini foto di depan lapangan rektorat, atau tepatnya di depan kampus POLTEK dulu. Ada tempat cangkruk disini, tapi sayang ga ada atapnya, jadi kalo siang yo puanasssss...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDFmcHpI/AAAAAAAAAi8/35_Cg3m1XP4/s1600-h/malang+27.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQDFmcHpI/AAAAAAAAAi8/35_Cg3m1XP4/s400/malang+27.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301035881620840082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Nah ini yang menjadi icon baru Universitas Brawijaya setelah Gedung Rektorat. Bentuknya unik dan sangat khas kota Malang alias banyak bunganya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQC85YPXI/AAAAAAAAAi0/r-89LBuq5YA/s1600-h/malang+26.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEQC85YPXI/AAAAAAAAAi0/r-89LBuq5YA/s400/malang+26.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301035879284358514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ini hasil jepretan ewank, dia mencoba mulai belajar ilmu fotographi walaupun banyak yang menyayangkan keahliannya dalam bidang ini!! tapi dia tidak patah semangat mengarahkan objectnya untuk mengambil gambar. Hasilnya.... kalian bisa menilai sendiri he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOx37r--I/AAAAAAAAAis/2FIQb3Hrg3w/s1600-h/malang+25.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOx37r--I/AAAAAAAAAis/2FIQb3Hrg3w/s400/malang+25.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301034486382459874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxnJ6SFI/AAAAAAAAAik/sItMfKxLnbs/s1600-h/malang+24.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxnJ6SFI/AAAAAAAAAik/sItMfKxLnbs/s400/malang+24.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301034481878714450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yang laen wes berpose ganteng2 malah yang satu enak2an ngabisin batatagor...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxYYyABI/AAAAAAAAAic/be-ez5zM3kU/s1600-h/malang+23.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxYYyABI/AAAAAAAAAic/be-ez5zM3kU/s400/malang+23.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301034477914554386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxUALuVI/AAAAAAAAAiU/bqdCI3uvaV8/s1600-h/malang+22.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxUALuVI/AAAAAAAAAiU/bqdCI3uvaV8/s400/malang+22.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301034476737640786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxCu0YJI/AAAAAAAAAiM/bqN34x-DTCM/s1600-h/malang+21.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEOxCu0YJI/AAAAAAAAAiM/bqN34x-DTCM/s400/malang+21.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301034472101404818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Brawijaya ternyata indah euy.... suasananya enak buat belajar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUxILBYI/AAAAAAAAAiE/GMLj-iLN1t0/s1600-h/malang+20.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUxILBYI/AAAAAAAAAiE/GMLj-iLN1t0/s400/malang+20.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301032886827943298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUvN6MPI/AAAAAAAAAh8/x_DBcrrz8H8/s1600-h/malang+19.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUvN6MPI/AAAAAAAAAh8/x_DBcrrz8H8/s400/malang+19.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301032886315135218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUlZjXYI/AAAAAAAAAh0/Qabm8oTJMFI/s1600-h/malang+18.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUlZjXYI/AAAAAAAAAh0/Qabm8oTJMFI/s400/malang+18.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301032883679616386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUlM0OKI/AAAAAAAAAhs/M3q5LqpDYaE/s1600-h/malang+17.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUlM0OKI/AAAAAAAAAhs/M3q5LqpDYaE/s400/malang+17.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301032883626195106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Blacky menahan panasnya terik.... ampe nyengir....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUd_5HvI/AAAAAAAAAhk/xdfgWbHr2WE/s1600-h/malang+16.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZENUd_5HvI/AAAAAAAAAhk/xdfgWbHr2WE/s400/malang+16.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301032881692942066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto di bawah ini adalah ciri umum yang dimiliki mahasiswa. Apa itu? pokoknya yang berbau gratisan ya sangat rame sekali...  ini foto di depan perpustakaan, mereka ini sedang internetan gratis alias nyari sinyal hotspot... welehhhhhh.... kalo ga tambah pinter rugi masang fasilitas kaya gini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTyih1DI/AAAAAAAAAhc/u7cDBRbEecU/s1600-h/malang+15.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTyih1DI/AAAAAAAAAhc/u7cDBRbEecU/s400/malang+15.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301031770515428402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Om Moderator juga menyambangi kampus perikanan tercinta... loh kok lagi praktikum? gini ceritanya, waktu kita lagi nongkrong di kampus Faperik, ga taunya ada Nailis yang lagi penelitian di Lab, untuk menyelesaikan skripsi, akhirnya dibolehin masuk dech di lab..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMT018mnI/AAAAAAAAAhU/wE8JPl3a_u4/s1600-h/malang+14.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMT018mnI/AAAAAAAAAhU/wE8JPl3a_u4/s400/malang+14.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301031771133745778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTiAx7LI/AAAAAAAAAhM/8IFLlXVFyUg/s1600-h/malang+13.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTiAx7LI/AAAAAAAAAhM/8IFLlXVFyUg/s400/malang+13.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301031766078909618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kelakuane black pancet ae to....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTpO9PoI/AAAAAAAAAhE/HbGPh4jaGzM/s1600-h/malang+12.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTpO9PoI/AAAAAAAAAhE/HbGPh4jaGzM/s400/malang+12.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301031768017419906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sekarang ada papan pengumuman di depan pengajaran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTlO42YI/AAAAAAAAAg8/NlbyJiomTKE/s1600-h/malang+11.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEMTlO42YI/AAAAAAAAAg8/NlbyJiomTKE/s400/malang+11.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301031766943390082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9jKM0OI/AAAAAAAAAg0/NykJ015ly_w/s1600-h/malang+10.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9jKM0OI/AAAAAAAAAg0/NykJ015ly_w/s400/malang+10.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301030288918106338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tempat parkiran ga da perubahan, sama aja kaya dulu,, puanassss....&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9u_uO1I/AAAAAAAAAgs/knpuVXKtJO4/s1600-h/malang+9.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9u_uO1I/AAAAAAAAAgs/knpuVXKtJO4/s400/malang+9.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301030292095384402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9rpefwI/AAAAAAAAAgk/lQ-3ingUmGs/s1600-h/malang+8.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9rpefwI/AAAAAAAAAgk/lQ-3ingUmGs/s400/malang+8.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301030291196772098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Para playboy mencari target.... hati-hati...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9XrJ2UI/AAAAAAAAAgc/gttjlB9HFV8/s1600-h/malang+7.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9XrJ2UI/AAAAAAAAAgc/gttjlB9HFV8/s400/malang+7.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301030285835098434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada perubahan sedikit dikampus kita,,, bangga menjadi warga Faperik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9WTEU8I/AAAAAAAAAgU/rXMBO6Kd7yE/s1600-h/malang+6.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEK9WTEU8I/AAAAAAAAAgU/rXMBO6Kd7yE/s400/malang+6.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301030285465637826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Didik tambah lemu ae cak... Bos Adira ini meluangkan waktu berkunjung ke trenggalek,, sukses ya boss...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJhMypkTI/AAAAAAAAAgM/LmvEL5bbHKQ/s1600-h/malang+5.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJhMypkTI/AAAAAAAAAgM/LmvEL5bbHKQ/s400/malang+5.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301028702365782322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;cwe disamping black sapa yach... check TKP ah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJhFdB0EI/AAAAAAAAAgE/yGI_U1TX-sM/s1600-h/malang+4.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJhFdB0EI/AAAAAAAAAgE/yGI_U1TX-sM/s400/malang+4.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301028700396048450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Foto bareng bersama pengantin pria, karna pengantin wanitanya dicari-cari ga ada he..he...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJg2Qc5rI/AAAAAAAAAf8/ktBRU7c_LaM/s1600-h/malang+3.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJg2Qc5rI/AAAAAAAAAf8/ktBRU7c_LaM/s400/malang+3.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301028696316765874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suasana di perhelatan... meriah rek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJg1e7wmI/AAAAAAAAAf0/YRJp8nOn4gg/s1600-h/malang+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJg1e7wmI/AAAAAAAAAf0/YRJp8nOn4gg/s400/malang+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301028696109072994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJgyuvsOI/AAAAAAAAAfs/JHMiQGPekaQ/s1600-h/malang+1.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEJgyuvsOI/AAAAAAAAAfs/JHMiQGPekaQ/s400/malang+1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301028695370084578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Maaf fotonya ga berurutan... sekian laporan kunjungan Om Moderator ke Trenggalek dan Malang, dan semoga dapat berkunjung kembali di pernikahannya temen-temen yang laen. Salam hangat dari Moderator..&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-440883800560674586?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/02/kunjungan-om-moderator-ke-trenggalek.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_BKstnJh8z6E/SZEU75ILJkI/AAAAAAAAAjs/qy2XdiDGq2U/s72-c/malang+33.JPG' height='72' width='72'/><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>9</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-2644008317879589824</guid><pubDate>Thu, 05 Feb 2009 07:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-05T14:31:50.699+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dunia Perikanan</category><title>Tim Inspeksi UE Evaluasi Mutu Produk Perikanan Indonesia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka mengetahui penerapan pengendalian produk perikanan budidaya dan hasil tangkapan ikan di Indonesia  sebagaimana yang dipersyaratan Uni Eropa (UE), dan memverifikasi hasil tindakan perbaikan inspeksi sebelumnya, tim inspeksi UE yang terdiri dari Mr. Chritian Boesinger (lead inspector), Mr. Hanns-Achim (inspector), dan Mrs. Aasa bergquist (inspector) akan mengunjungi Indonesia pada tanggal 23 Februari – 6 Maret 2009.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tim tersebut akan melakukan kunjungan di lapangan guna mengevaluasi 5 (lima) rantai produksi di Indonesia, yaitu (1) kapal dengan sarana dan prasarananya; (2) tempat pendaratan dan pelelangan ikan; (3) Cold Storage; (4) unit pengolahan ikan, dan (5) laboratorium. Dalam kegiatan inspeksi di kapal tersebut, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) diminta untuk beberapa hal yaitu perlu dipersiapkan antara lain: regulasi, prosedur, instruksi kerja, daftar kapal yang terregister, data inspeksi kapal dalam registrasi, data pengecekan suhu ikan di kapal, dan kapal yang akan diinspeksi.  Sedangkan untuk pelabuhan, tim akan menginspeksi sanitasi dan kebersihan lingkungan, regulasi, prosedur, instruksi kerja, data inspeksi kapal pada saat pembongkaran, dan data inspeksi TPI/PPI.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, tim inspeksi juga akan melihat dari sisi administrasi dengan melakukan inspeksi ke Dinas Kelautan dan Perikanan di seluruh Indonesia, tim inspeksi akan melihat data-data seperti: data pengawasan mutu dan rekaman personil, regulasi, prosedur, instruksi kerja, data UPI (Unit Pengolahan Ikan) pemegang approval number, data hasil pra-inspeksi, hasil inspeksi, dan data ekspor. Dalam penelitian mutu, akan dilakukan dengan mendatangi laboratorium-laboratorium untuk melihat dokumen system mutu, dokumen HC, metode uji, dan data hasil analisa serta monitoring.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai ilustrasi, pada pertemuan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan (Prof.Dr. Martani Huseini) dengan  Direktur Hubungan Bilateral Internasional, Komisi Uni Eropa (Mr. Paul Van Geldorp) disela-sela acara European Seafood Exposition (ESE) pertengahan tahun lalu di Brussel, Belgia. Pada kesempatan tersebut, delegasi Indonesia telah menyampaikan usulan kepada Komisi Uni Eropa untuk mencabut UE Commission Directive (CD) 236 tahun 2006 atau hambatan ekspor atas produk perikanan Indonesia dan mengijinkan kembali pengusulan “approval number” baru bagi eksportir (Unit Pengolahan Ikan/UPI) hasil perikanan ke Komisi Uni Eropa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Commission Directive 236 adalah aturan dari Uni Eropa yang menyatakan bahwa setiap produk perikanan di Indonesia harus dilakukan pemeriksaan di pelabuhan masuk. Commission Directive 236 telah menyebabkan tambahan biaya dan waktu tunggu bagi setiap consignment produk perikanan di pelabuhan masuk di Uni Eropa, tambahan biaya sekitar 400-700/sample/paremeter/ container dan waktu sekitar 2 minggu ditambah dengan biaya sebesar 1500-2000 euro/container/hari.  Perbaikan manajemen mutu yang telah dilakukan DKP semenjak tahun 2006 menunjukkan penurunan drastis kasus Rapid Alert System (RAS): 49 kasus pada tahun 2005, menurun menjadi 34 kasus pada tahun 2006, 17 kasus pada tahun 2007 dan hingga April 2008 hanya terjadi 2 kasus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 2008, volume ekspor produk hasil perikanan Indonesia ke Uni Eropa adalah sebanyak 79.127 ton dengan nilai sebesar US$ 315.269.000. Terkait dengan pemasaran ekspor, aspek mutu produk adalah salah satu isu penting. Namun kendala infrastruktur dan sistem logistik merupakan kendala utama kedepan yang perlu dilakukan penanganannya secara lebih terencana dan sistematik. Sedangkan dari sisi perbaikan mutu, kemitraan pelaku usaha produsen (eksportir dan asosiasi), Pemerintah termasuk Pemda perlu terus diperkokoh. Komitmen dan disiplin untuk terus memperbaiki dan memenuhi standar mutu harus terus ditingkatkan. Pengawasan mutu produk ekspor di pelabuhan keluar diperketat karena hanya dengan pengawalan terpadu tersebut, pasar ekspor produk perikanan ke Uni Eropa dan pasar dunia pada umumnya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan seiring dengan semakin ketatnya kompetisi usaha. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dkp.go.id/index.php/ind/news/957/tim-inspeksi-ue-evaluasi-mutu-produk-perikanan-indonesia"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-2644008317879589824?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/02/tim-inspeksi-ue-evaluasi-mutu-produk.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-635708131332738790</guid><pubDate>Wed, 04 Feb 2009 03:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-04T10:45:05.145+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dunia Perikanan</category><title>Patin Andalan Kalimantan Tengah</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini sedang menggalakkan budidaya ikan patin untuk dijadikan komoditas andalan. Untuk itu sejumlah tambak ikan patin dibangun. "Tahap pertama uji coba dilakukan di di Desa Batanjung, Kecamatan Kapuas Kuala,  Kabupaten Kapuas," kata Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang  usai melakukan panen perdana di Palangkaraya, Sabtu (18/10).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Teras, pembudidayaan ikan patin perlu dilakukan karena produksi ikan patin asal Kalimantan Tengah menguasai hampir 60 persen pasaran di pulau Jawa, namun disisi lain saat ini pembudidayaanya belum dilakukan secara maksimal sehingga petani patin hanya menjadi perahan para tengkulak.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para petani patin tambak di Desa Batanjung, kata Teras, menjual ikan patin Rp 5 ribu per kilogram, sementara harga di pasaran mencapai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram. "Dengan melihat kondisi ini saya mengambil kesimpulan sudah saatnya budidaya harus segera dilakukan dan jalur pemasaran harus dipangkas agar petani tidak terus merugi akibat permainan harga," ujar Teras.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia juga akan mengembangkan budidaya udang galah yang mmerupakan udang sungai asal Kalimantan Tengah.  “Bibit udang galah ini banyak terdapat dimuara Sungai Kapuas. Karena itu dengan dikembangkannya udang galah ini kita tidak perlu lagi harus mendatangkan bibitnya dari Jawa karena sekitar kita juga banyak bibitnya tanpa harus membeli,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kalimantan Tengah Darmawan mengatakan, untuk uji coba tambak patin di Desa  Batanjung terdiri dari 7 kelompok dengan jumlah bibit yang telah ditanam sebanyak 500 ribu ekor. "Dari jumlah tersebut diperkirakan total hasil yang bisa dicapai sekitar 250 ton," kata Darmawan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/wirausaha/2008/10/19/brk,20081019-140919,id.html"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-635708131332738790?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/02/patin-andalan-kalimantan-tengah.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4987762713143090648</guid><pubDate>Wed, 04 Feb 2009 02:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-04T09:57:55.901+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dunia Perikanan</category><title>Langkah Maju Pengelolaan Perikanan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam upaya mencapai pemanfaatan secara optimal dan berkelanjutan dalam pengelolaan perikanan yang menjamin kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan di seluruh Indonesia, Menteri Kelautan dan Perikanan keluarkan Peraturan Menteri nomor PER.01/MEN/2009 tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI). Peraturan ini sebagai penyempurnaan dan mengganti Keputusan Menteri Pertanian No.996/Kpts/IK.210/9/1999 tentang Potensi Sumber Daya Ikan dan Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Upaya ini adalah merupakan langkah maju dalam menerapkan ketentuan internasional Code of Conduct for Responsible Fisheries, atau Tatanan Pengelolaan Perikanan yang Bertanggungjawab atau Berkelanjutan. Sebagaimana kita ketahui sumberdaya perikanan adalah termasuk sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources). Akan tetapi, bila jumlah yang dieksploitasi lebih besar daripada kemampuan alami untuk kembali, maka sumberdaya tersebut akan berkurang, bahkan bisa habis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sederhananya, bila penangkapan ikan lebih banyak dibanding dengan kemampuan ikan memijah, maka wilayah laut tersebut akan miskin. Itulah yang dikenal sebagai kondisi lebih tangkap (over fishing). Sehubungan dengan itu terdapat hitungan Total Allowable Catch (jumlah tangkapan yang diperbolehkan) dan Most Sustainable Yield (jumlah ikan maksimum yang tersedia agar masih bisa lestari).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk menyempurnakan manajemen pemanfaatan perairan itulah maka dilakukan penentuan Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) di seluruh Indonesia dari 9 WPP menjadi 11 WPP, yakni merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, pembudidayaan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalamanan, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan zona ekonomi eksklusif Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesebelas wilayah pengelolaan perikanan yaitu: Kesatu, WPP-RI 571 meliputi perairan Selatn Malaka dan Laut Andaman; Kedua, WPP-RI 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera dan Selat Sunda; Ketiga, WPP-RI 573 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian Barat; Keempat, WPP-RI 711 meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan; Kelima, WPP-RI 712 meliputi perairan Laut Jawa; Keenam, WPP-RI 713 meliputi perairan Selat Makasar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali; Ketujuh, WPP-RI 714 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara Pulau Halmahera; Kedelapan, WPP-RI 715 meliputi perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram dan Teluk Berau; Kesembilan, WPP-RI 716 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah Utara pulau Halmahera; Kesepuluh, WPP-RI 717 meliputi perairan Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik; Kesebelas, WPP-RI 718 meliputi perairan Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor bagian Timur.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap WPP pada prinsipnya memiliki karakteristik yang berbeda, dimana WPP di bagian timur umumnya memiliki potensi sumberdaya ikan pelagis besar sehingga armada yang beroperasi relatif lebih besar dibandingkan di WPP bagian barat yang sebagian besar potensi sumberdaya ikannya adalah jenis ikan pelagis kecil. Namun demikian, dilihat dari tingkat kepadatan nelayan, WPP bagian barat relatif lebih padat dibandingkan bagian timur sehingga di WPP banyak terjadi kegiatan illegal fishing karena besarnya potensi sumberdaya ikan yang dimiliki di wilayah tersebut. Oleh karena itu, WPP bagian timur banyak disebut sebagai golden fishing ground, seperti Laut Arafura, Laut Sulawesi dan Samudera Pasifik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nama perairan yang tidak disebut dalam pembagian WPP-RI diatas, tetapi berada di dalam suatu WPP-RI merupakan bagian dari WPP-RI tersebut. Sedangkan WPP-RI yang disebut dalam Peta WPP-RI dan Peta serta diskripsi masing-masing WPP-RI yang memuat kode, wilayah perairan, dan batas dari masing-masing wilayah pengelolaan. Secara khusus untuk kegiatan penangkapan ikan, dalam peraturan  ini disebutkan bahwa penentuan daerah penangkapan dalam perizinan usaha perikanan tangkap agar menyesuaikan pada WPP-RI baru dalam kurun waktu paling lambat 3 (tiga) tahun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penataan WPP hanya merupakan salah satu faktor essensial untuk menata sumberdaya perairan. Langkah selanjutnya adalah tetap dilakukan pengkajian stok ikan pada setiap WPP. Atas dasar hasil kajian tersebut maka ditetapkan jenis alat tangkap dan jumlahnya yang dapat diizinkan, dan bila perlu waktu penangkapan yang dialokasikan, atau waktu yang dilarang untuk dilakukan penangkapan ikan (open and close system).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Manajemen penangkapan ikan tersebut pada beberapa WPP sudah sangat mendesak untuk dilaksanakan karena indikasi dan fakta lebih tangkap telah nyata terdeteksi. Penerapan kebijakan ini tentu tidak sederhana, karena kenyataan yang ada tidak mudah mengalihkan mata pencaharian nelayan tradisional yang sudah terlanjur banyak. Pemindahan lokasi nelayan juga menghadapi masalah kultural, sosial, dan pemasaran. Di beberapa negara telah dilakukan pembelian terhadap kapal nelayan oleh pemerintah guna dimoratorium, untuk melakukan solusi kelestarian sumberdaya perairan. Yang pasti Code of Conduct for Responsible Fisheries harus kita wujudkan, paling tidak secara bertahap, guna kesejahteraan nelayan dan bangsa kita, baik saat ini maupun pada masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dkp.go.id/index.php/ind/news/941/langkah-maju-pengelolaan-perikanan"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4987762713143090648?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/02/langkah-maju-pengelolaan-perikanan.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-920002919252164808</guid><pubDate>Wed, 04 Feb 2009 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-04T09:54:43.330+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Dunia Perikanan</category><title>Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) Produk Perikanan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Daftar Standar Nasional Indonesia perikanan ini merupakan edisi SNI terbaru yang digunakan, sehingga SNI lama yang tidak terdapat dalam daftar ini dinyatakan tidak berlaku lagi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;SNI dalam daftar ini meliputi :&lt;br /&gt;I.      SNI Produk Perikanan.&lt;br /&gt;a.    Produk Beku;&lt;br /&gt;b.    Produk Kering;&lt;br /&gt;c.    Produk Rebus;&lt;br /&gt;d.    Produk Fermentasi;&lt;br /&gt;e.    Produk Segar dingin;&lt;br /&gt;f.     Produk Hidup;&lt;br /&gt;g.    HACCP;&lt;br /&gt;h.    Produk Kaleng;&lt;br /&gt;i.      Pengemasan Ikan;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;II.    SNI Metode Uji.&lt;br /&gt;a.    Mikrobiologi;&lt;br /&gt;b.    Kimia;&lt;br /&gt;c.    Organoleptik;&lt;br /&gt;d.    Pengambilan Contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.   SNI Perikanan Tangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.  SNI Perikanan Budidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daftar SNI ini disusun oleh Direktorat Standardisasi dan Akreditasi, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Departemen Kelautan dan Perikanan. Daftar SNI perikanan ini akan dimutakhirkan setiap tahun, setelah adanya penetapan SNI dari BSN, baik SNI baru ataupun SNI hasil revisi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mendapatkan Informasi lebih jelas dan dapat memiliki Buku Daftar Standar Nasional Indonesia (SNI) Produk Perikanan dapat menghubungi Direktorat Standarisasi &amp;amp; Akreditasi Ditjen P2HP Departemen Kelautan dan Perikanan RI Jl. Medan Merdeka Timur No.16 Jakarta Pusat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.dkp.go.id/index.php/ind/newsmenus/320/daftar-standar-nasional-indonesia-sni-produk-perikanan"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-920002919252164808?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/02/daftar-standar-nasional-indonesia-sni.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-7490108495194034132.post-4694375597478085998</guid><pubDate>Wed, 21 Jan 2009 15:53:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-21T22:55:50.532+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Ekspor Perikanan</category><title>Realisasi Ekspor Perikanan 2,5 Miliar Dolar AS</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Realisasi ekspor perikanan Indonesia di tahun 2008 mencapai 2,5 miliar dolar AS, sedikit meleset dari yang telah ditargetkan yakni 2,68 miliar dolar AS. "Menurut laporan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) dan BPS hingga tanggal 23 Desember, 2008 realisasi ekspor hasil perikanan tahun 2008 diperkirakan sekitar 2,5 miliar dolar AS lebih," kata Direktur Pemasaran Luar Negeri DKP, Saut P Hutagalung, di Jakarta.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia mengatakan, hingga bulan Juni lalu realisasi ekspor hasil perikanan Indonesia mencapai 1,3 miliar dolar AS. Dan pada bulan Agustus nilai ekspor mencapai 1,6 miliar dolar AS. Dalam Rencana Strategis (Renstra) ekspor hasil kelautan dan perikanan selama lima tahun sejak 2005 hingga 2009 ditetapkan bahwa setiap tahun diharapkan ada peningkatan nilai dan jumlah ekspor hasil kelautan dan perikanan sebesar lima persen.  Di tahun 2008, nilai ekspor seharusnya mencapai 2,68 miliar dolar AS dengan volume ekspor mencapai 1,6 juta ton.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Realisasi tahun 2008 yang diperkirakan hanya 2,5 miliar ini tertekan akibat dampak krisis keuangan, di mana pada bulan November dan Desember ini terjadi penurunan permintaan terutama untuk udang dan tuna," ujar Saut. Tahun 2008 ini, diakui Saut masih banyak kendala yang dihadapi sektor kelautan dan perikanan khususnya untuk ekspor. Hingga bulan Juni, ia mengatakan, masih berlaku CD 236/2006 dari Uni Eropa dimana produk perikanan asal Indonesia tertahan lima hingga 14 hari di pelabuhan, hal tersebut membuat biaya ekspor yang ditanggung pengusaha membengkak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari bulan Juli hingga September lalu, ia mengatakan, eksportir mengalami kendala berupa kurangnya suplai hasil perikanan terutama untuk ikan laut. Ha tersebut membuat beberapa kontrak yang telah disepakati terpaksa mengalami penundaan. Masalah lain yang muncul, menurut Saut. adalah tuduhan "transhipment" (pengalihan barang di kapal) dan pemberlakuan sertifikasi bebas "bioterrorism action" oleh Amerika Serikat. Hal tersebut menghambat masuknya produk perikanan ke negara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Terakhir adalah krisis keuangan global yang menurunkan daya beli masyarakat Amerika Serikat dan Uni Eropa yang membuat importir meminta renegosiasi kontrak dan menurunkan permintaan, katanya. Pihaknya memprediksi realisasi ekspor hasil perikanan di tahun 2009 akan mengalami penurunan antara 10 hingga 15 persen dari hasil yang dicapai tahun 2008.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu, DKP telah melakukan penjajakan ke negara-negara Timur Tengah dan Eropa Timur terkait upaya ekspansi pasar untuk menutupi penurunan ekspor ke negara tujuan ekspor tradisional seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Lihat &lt;a href="http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=2113:realisasi-ekspor-perikanan-25-miliar-dolar-as&amp;amp;catid=156:28-desember-2008&amp;amp;Itemid=115"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7490108495194034132-4694375597478085998?l=de3perikanan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://de3perikanan.blogspot.com/2009/01/realisasi-ekspor-perikanan-25-miliar.html</link><author>de3perikanan@yahoo.com (TEMPAT CANGKRUK AREK AGRIBISNIS)</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item></channel></rss>